Pencernaan Ruminansia VS Non-ruminansia

5 Apr

PENDAHULUAN

Ternak terdapat beberapa jenis, diantaranya ternak ruminansia dan ternak nonruminansia. Ruminantian terjadi pada hewan pemamah biak, Pengeluaran kembali makanan yang telah tercerna sebagian yang disebut cad, keluar dari rumen yang mengunyahnya untuk kedua kalinya disebut juga cudding. Hewan Ruminansia adalah hewan pemakan hijauan atau herbivora yang memiliki lambung dengan beberapa ruangan. Hewan ruminansia termasuk dalam sub ordo Ruminansia dan ordonya adalah Artiodaktil atau berkuku belah. Hewan ruminansia memiliki empat lambung, yaitu: Rumen, Retikulum, Omasum, Abomasum. Selain itu hewan ruminansia juga memamah makanan yang telah dicerna atau biasa disebut memamah biak. Contoh hewan ruminansia yaitu sapi, domba, kambing dan rusa. Hewan non ruminansia adalah hewan yang hanya memiliki satu lambung atau mono gastrik. Hewan non ruminansia merupakan hewan berperut tunggal dan sederhana. Alat pencernaannya terdiri dari mulut, esophagus, perut, usus halus, usus besar dan rektum. Sistem pencernaannya disebut simple monogastric system

PEMBAHASAN

Ruminansia adalah hewan pemakan hijauan atau herbivora yang memiliki empat buah kantung lambung yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Proses pencernaan ruminansaia yaitu pencernaan secara mekanisme dimulut dengan bantuan saliva (air lidah), pencernaan fermentatif didalam rumen dengan bantuan mikroba rumen, dan pencernaan enzimatis pasca rumen (hidrolitik). Pencernaan mekanik merupakan pencernaan mengubah pakan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau sederhana. Pencernaan mekanik dilakukan dimulut dengan bantuan gigi. Dalam pencernaan mekanik ada beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah: (1) Prehension yaitu proses pengambilan pakan, misalnya ternak sapi menggunakan bantuan lidah; (2) Mastikasi yaitu proses pengunyahan pakan, dengan tujuan untuk memperkecil volume pakan; (3) Salivasi yaitu proses membasahi pakan dengan saliva; dan (4) Deglutisi yaitu proses penelanan pakan. Ternak sapi merupakan ternak memamah biak, pakan yang telah dimakan akibat dari gerakan bolus pakan maka pakan dimuntahkan kembali kemulut untuk dilakukan remastikasi, resalivasi dan redeglutisi. Pencernaan fermentatif merupakan pencernaan yang menghasilkan produk yang jauh berbeda dengan senyawa asal. Pencernaan ini membutuhkan bantuan atau peran dari mikroba. Contohnya adalah protein setelah mengalami fermentasi berubah menjadi amonia. Pencernaan hidrolitik merupakan pencernaan untuk menguraikan senyawa yang lebih kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pencernaan ini umumnya dibantu oleh peran enzim. Contohnya adalah protein dirubah menjadi asam amino dan lemak dirubah menjadi gliserol dan asam lemak. Pakan ternak ruminansia khususnya hijauan mengandung serat kasar yang tinggi. Contohnya pada rumput gajah, kandungan ligninnya tinggi, akan tetapi mempunyai kandungan sellulosa dan hemiselulosa yang dapat dicerna oleh ternak sapi menjadi energi. Hasil proses fermentasi selulosa akan menghasilkan Acetat (C2), Propionat (C3), Butirat (C4), H2, CO2 dan Methan (CH4). Sedangkan hemiselulosa juga akan menghasilkan acetat, propionate, butirat, CO2, format dan H2. Methan merupakan zat yang harus dibuang dari tubuh lewat eruktasi. Degradasi selulosa dipengaruhi oleh kandungan lignin dan silika dalam hijauan, lama digesta isi rumen dan berkembang serta tumbuhnya mikroba rumen.

Ternak ruminansia membutuhkan serat kasar, jika kebutuhan serat kasar pada ternak ruminansia tidak tercukupi maka akan mengakibatkan: (1) Konsumsi pakan menjadi menurun; (2) Terjadi pergeseran abomasum atau displaced abomasum; (3) Rumen mengalami luka; dan (4) Turunnya kadar lemak susu pada ternak sapi perah. Nutrien dalam tubuh ternak ruminansia yang berperan penting bagi kelangsungan hidup ternak ruminansia adalah karbohidrat, protein dan lemak. Nutrien mengalami metabolisme didalam rumen dan terjadi pada mikroba rumen. Sedangkan metabolisme pada jaringan dan organ berfungsi untuk menghasilkan produk ternak seperti daging dan susu.

Ternak non-ruminansia memiliki lambung hanya satu atau sering disebut dengan istilah monogastrik. Namun dalam pencernaannya terdapat proses. Pakan yang telah dimakan melalui beberapa saluran pencernaan, setelah pakan masuk mulut dan melewati esophagus, pakan menuju tembolok. Disini tidak ada proses khusus, hanya menyimpan pakan. Setelah di proventikulus, tidak ada pencernaan material. Proventiculus memproduksi gastric juice. Pepsin, suatu enzim untuk membantu pencernaan protein, dan hydrolic acid di sekresi oleh glanduler cell. Pada reruntuhan gizzard tertinggal bila kosong, tetpai bila pakan masuk maka otot gizzard akan berkontraksi. Kontraksi juga semakin cepat. biasanya gizzard mengandung material yang bersifat menggiling seperti grit, karang dan batu kerikil. Partikel pakan segera digiling menjadi partikel kecil yang mampu melalui saluran usus. Material halus akan masuk gizzard dan keluar lagi dalam beberapa menit tetapi pakan berupa material kasar akan tinggal di gizzard untuk beberapa jam. Ketika pakan sudah mencapai usus halus, maka akan diadsorbsi. Berbagai enzim yang masuk dalam saluran pencernaan ini berfungsi mempercepat dan mengefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein dan lemak untuk mempermudah proses adsorbsi.

Pencernaan non ruminansia secara enzimatik dilaksanakan oleh enzim-enzim yang terdapat dalam traktus intestinalis. Enzim-enzim pencernaan tesebut dapat melakukan reaksi-reaksi pada suhu tubuh alam larutan yang angat cair dan pH netral, reaksi-reaksi yang membutuhkan lebih banyak kondisi kuat bila dilakukan dilaboratorium. Sejumlah enzim disekresikan diberbagai saluran usus, enzim tersebut merombak zat-zat nutrisi yang terdapat dalam bahan makanan kedalam satuan-satuan komponen. Sebagian besar enzim mula-mula disekresi dalam bentuk prekursor yang tidak aktif (zimogen) yang kemudian menjadi aktif setelah disekresi kedalam traktus gastro-intestinus. Ada tiga golongan enzim yang disekresikan pertama karbohidrase, karbohidrase bekerja pada pertautan glikosidik antara unit monosakarida dan sifatnya spesifik. α-Amilase menghidrolisa pertautan pati 1,4 glikosidik dan glikogen, akan tetapi tidak dapat bertindak pada sellulosa. Enzim protase menghidrolisa pertautan peptida, ada sejumlah enzim dalam golongan ini, yaitu pepsin, rennin, tripsin, khimotripsin, karboksi, peptidae, aminopeptidase, dipeptidase. Enzim-enzim tersebut menghidrolisa protein dan peptida tertentu kedalam asam amino. Enzim lipase disekresi oleh getah pankreas, menghidrolisa, lemak kedalam monogliserida dan asam lemak. Terdapat pula sejumlah hidrolisis lengkap kedalam asam lemak dan gliserol yang angat terbatas. α-Amilase menghidrolisa pati dan glikogen menjadi glukosa, maltosa, dan dekstrin rantai pendek.

Bagian utama semua pencernaan pada aneka ternak nonruminansia berlangsung didalam usus halus. Pencernaan pati dimulai didalam mulut dan disempurnakan didalam usus halus. Glukosa hasil akhir pencernaan pati, diserap dalam usus halus. Disakarida, maltosa dan sukrosa dapat pula dicerna menjadi gula-gula sederhana  didalam usus halus. Lemak dicerna pula diusus halus. Pencernaan lemak memrlukan adanya garam-garam empedu yang dihasilkan hati dan disimpan dalam kantong empedu. Empedu tersebut dilepaskan bila kantong empedu dirangsang oleh adanya bahan makanan didalam usus. Lipase pankreas mencerna trigliserida kedalam asam lemak dan monogliseridase. Pankreas tersebut saling mempengaruhi dengan garam-garam empedu untuk membentuk partikel-partikel mikro, disebut misel, yang melarutkan produk pencernaan lemak, sehingga zat-zat tersebut dapat diserap. Lebih banyak enzim dibutuhkan untuk pencernaan protein daripada untuk pencernaan zat nutrisi lainnya. Hal tersebut disebabkan karena setiap enzim dikhususkan untuk menghidrolisa pertautan-pertautan tertentu didalam molekul protein. Aksi gabungan semua enzim tersebut pertama-tama memecah molekul-molekul protein kedalam bagian-bagian lebih kecil, disebut peptida dan kemdian kedalam asam amino. Asam amino adalah hasil pencernaan yang diserap tubuh.

KESIMPULAN

Ternak ruminansia merupakan hewan yang memiliki empat lambung, diantaranya rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Sedangkan ternak non-ruminansia hanya memiliki satu lambung atau sering disebut dengan mono gastrik. Semua pencernaan terjadi dalam usus halus, dan asam amino adalah hasil pencernaan yang diserap olejh tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal. 2003. Penggemukan Sapi Potong. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Anggorodi, H.R.1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

http://diary-veteriner.blogspot.com/2011/09/ruminansia-dan-non-ruminansia.html

http://www.ilmupeternakan.com/2009/04/pencernaan-pada-non-ruminansia.html

Suprijatna, edjeng. dkk., 2008. ilmu dasar ternak unggas. penebar swadaya, jakarta,.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 167 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: