EPP

5 Apr

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. 1.    PENGERTIAN PERUSAHAAN DAN DUNIA USAHA PETERNAKAN

1.1.    Pengertian Perusahaan

Ilmu yang mempelajari tentang perilaku atau gejala-gejala yang terjadi dalam perusahaan peternakan dan yang ada hubungannya dengan kegiatan penciptaan utility guna memperoleh laba.

 

1.2.    Dunia Usaha Dan Lingkungannya

Alasan Munculnya Dunia Usaha

Kebutuhan manusia supaya untuk memenuhinya, menimbulkan adanya dunia usaha yang menciptakan barang dan jasa. Dengan demikian, dunia usaha dapat diartikan sebagai suatu lingkup yang di dalamnya terdapat kegiatan produksi, distribusi dan upaya-upaya lain yang diarahkan pada pemuasan maksimal keinginan dan kebutuhan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkup dunia usaha yang manajemuk serta saling berinteraksi misalnya usaha pertanian, logam mulia, makelar, transportasi dan sebaginya. Bila pengertian dunia usaha ditinjau dari adanya istilah produsen dan konsumen, maka dunia usaha merupakan ajang kiprah produsen yang dapat memberikan alat pemuas bagi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dari pengertian ini ditunjukkan bahwa dalam kehidupannya, manusia saling membutuhkan dan tidak dapat menghindar dari adanya dunia usaha.

Dari uraian di atas tampak bahwa ada hubungan yang saling menentukan antara masyarakat luas dengan dunia usaha. Apalagi dunia usaha dipandang sebagai usaha rumah tangga tersebderi, maka alam, masyarakat dan segala aspek serta unsure kehidupannya merupakan faktor lingkungan luar dunia usaha.

 

 

 

  1. 2.    PRINSIP EKONOMI

Prinsip ekonomi yang digunakan berusaha dengan pengorbanan yang minimal tetapi hasil maksimal

 

Tujuan perusahaan :

–          Laba

–          Pertumbuhan

–          Prestise

–          Kesejahteraan anggota (koperasi)

–          Kesejahteraan masyarakat (perusahaan negara)

 

Fungsi-fungsi dalam perusahaan :

–          Fungsi pembelanjaan (financing)

–          Fungsi Produksi

–          Fungsi Pemasaran

–          Fungsi Personalia

–          Fungsi Organisasi

–          Fungsi Administrasi

–          Fungsi Pembiayaan

Fungsi-fungsi ini ditelaah dengan dasar ilmu ekonomi dan macam fungsi yang dijalankan tergantung besar kecilnya perusahaan.

 

Jenis-jenis perusahaan :

  1. a.    Bersifat teknis ekonomi

Berdasarkan kriteria utility

  1. Elementary utility : perusahaan pertanian/peternakan
  2. Form utility : perusahaan industri
  3. Place utility dan time utility : perusahaan dagang, pengangkutan, pergudangan
  4. Memberikan jasa pada pihak lain : perbankan, perkreditan, asuransi, dan lain-lain
  5. b.    Berdasarkan proses produksi
    1. Analitical
    2. Synthetical
    3. Fabrication
    4. Integrated
    5. Contruction
    6. c.    Berdasarkan yuridis ekonomi :
      1. Perusahaan perseorangan
      2. Perusahaan persekutuan (CV, Firma)
      3. Perusahaan perseroan terbatas (PT)
      4. Koperasi (milik anggota), persero, perum, dan lain-lain
      5. d.    Sistem perusahaan :

Sistem à gabungan elemen2 untuk satu tujuan

Adalah kombinasi dari semua sumber-sumber ekonomi (Alam, manusia, kapital, teknologi dan kewirausahaan) baik secara langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi proses produksi, distribusi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  1. Langsung : berhubungan dengan struktur perusahaan
  2. Tidak langsung : berhubungan dengan faktor-faktor lingkungan (hukum, politik, sosial budaya, dll)
  3. e.    Sistem dalam perusahaan mempunyai sifat :

–          Kompleks

–          Merupakan suatu kesatuan

–          Dinamis

–          Saling ada ketergantungan

–          Berjenis-jenis/macam

 

 

 

 

 

 

  1. 3.    LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi 1. Lingkungan dunia usaha

3.1.    Lingkungan eksternal dunia usaha

Dunia usaha tercipta karena adanya kebutuhan masyarakat. Walaupun demikian, dunia usaha tidak dikelola oleh seluruh anggota masyarakat, tetapi oleh sebagian anggota masyarakat. Dengan demikian, di dalam masyarakat akan terdapat orang-orang yang menjadi pelaku langsung kegiatan dunia usaha dan ada orang-oarang yang tidak berperan langsung. Masyarakat yang tidak berperan langsung dalam dunia usaha dipandang sebagai lingkungan eksternal dunia usaha. Jadi, lingkungan eksternal adalah faktor-faktor di luar dunia usaha yang berpengaruh terhadap kegiatan dunia usaha. Ada dua macam lingkungan eksternal dunia usaha yaitu lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro. Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang tidak langsung memberi pengaruh terhadap kegiatan dunia usaha, sedangkan lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang member pengaruh langsung terhadap kegiatan dunia usaha.

  1. Lingkungan eksternal makro

Masing-masing anggota dunia usaha memiliki perbedaan dalam memberikan faktor-faktor yang secara kongkret dapat dimasukkan ke dalam lingkungan eksternal makro atau mikro. Hal ini disebabkan oleh sifat majemuk kegiatan dunia usaha. Oleh karena itu pertimbangan pemilihan faktor eksternal makro dan mikro dilakukan secara umum. Secara umum unsur-unsur lingkungan eksternal makro dunia usaha adalah sebagai berikut :

  1. Keadaan alam
  2. Politik dan hankam, keadaan politik dan pertahanan keamanan secara umum menciptakan iklim ketenangan usaha
  3. Hukum peraturan perundangan-undanagan yang berlaku misalnya undang-undang perpajakan, perburuhan dan sebagainya
  4. Perekonomian, tingkat pendapatan, pola-pola pemenuhan kebutuhan masyarakat, tingkat investasi dan sebagainya
  5. Pendidikan dan teknologi tingkat kecerdasan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pada umumnya
  6. Sosial dan kebudayaan : pandangan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat seperti terwujud dalam norma-norma etika dan sosial, kepercayaan, agama, kesenian, pola hubungan antar individu dan sitem kerja samanya, sertta strata sosial
  7. Kependudukan jumlah tingkat kelahiramn-kematian, penyebaran penduduk (misalnya urbanisasi dan transmigrasi), umur dan jenis kelamin
  8. Hubungan internasional : mencakup banyak hal seperti proteksi bahan barang dan jasa, nilai tukar mata uang teknologi, kebudayaan, polkam dan sebagainya

 

  1. Lingkungan eksternal mikro

Lingkungan eksternal mikro diartikan sebagai faktor-faktor di luar rumah tangga produksi atau dunia usaha yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan dunia usaha. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan eksternal mikro adalah :

  1. Penyedia/pemasok (supplier) dengan adanya pemasok factor-faktor produksi, muncul kegiatan produksi, di samping itu pemasok juga menunjang kelangsungan hidup dunia usaha
  2. Perantara adalah pihak-pihak yang berperan dalam penyebaran hasil-hasil produksi dari produsen ke tangan konsumen hingga siap dikonsumsi, misalnya distributor, pengecer dan sebagainya
  3. Teknologi berkaitan secara langsung dengan perkembangan proses pengoilahan yang berupoa penemuan baru baik peralatan maupun metode kerjanya. Lembaga yang berkecimpung dalam bidang ini misalnya lembaga RIstek, Litbang dan sebagainya
  4. Pasar dalam arti luas. Meskipun letaknya berada di luar kegiatan produksi, tetapi karena seluruh hasil produksi adalah untuk melayani (dijual ke) pasar, maka semua pihak yang terlibat dan berada di dalam pasar termasuk unsur lingkungan eksternal mikro

 

3.2.    Lingkungan internal dunia usaha

Lingkungan internal dunia usaha adalah faktor-faktor yang berada di dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Faktor-faktor tersebut masih berada dalam jangkauan keputusan yang diambil oleh pihak pelaksana dunia usaha, sehingga dapat dikuasai langsung (controllable). Faktor-faktor yang termasuk lingkungan internal  dunia usaha adalah :

  1. Tenaga kerja dalam arti pekerja atau karyawan : meliputi lingkungan kerja fisik dan nonfisik, upah dan gaji jaminan hari tua, pengembangan dan sebagainya
  2. Peralatan dan mesin-mesin : tata letak, pemeliharaan / perawatan, pembebanan, penerapan teknologi baru dan sebagainya
  3. Modal : para pemilik/penyetor modal, pengelolaan dana
  4. Bahan mentah, penolong, barang setengah jadi dan barang jadi : pergudangan, arus aliran fisiknya dan sebagainya
  5. Sistem informasi dan administrasi untuk kepentingan pengambilan keputusan bagi manajemen, misalnya buku-buku anggaran pembelian bahan, rencana penjualan, laporan penggunaan/ realisasi dana dan sebagainya

 

Unsur-unsur lingkungan baik eksternal maupun internal secara simulate berpengaruh timbal balik terhadap dunia usaha. Hal ini berarti kehidupan dunia usaha juga mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian, dunia usaha dituntut pula tanggung jawabnya terhadap kehidupan masyarakat luas.

Contoh pengaruh timbal balik antara lingkungan dan dunia usaha :

–             Lingkungan eksternal makro : dunia usaha turut serta meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat, sebab faktor  produksi yang mereka serahkan dibayar oleh dunia usaha. Adanya peningkatan taraf kehidupan menyebabkan permintaan akan hasil  produksi juga meningkat. Hal ini berarti kegiatan dunia usaha tetap berlangsung bahkan semakin berkembang

–             Lingkungan eksternal mikro : kelangsungan hidup dari penyedia bahan mentah sangat tergantung pada kegiatan dunia usaha, sebab dunia usaha membutuhkan bahan mentah untuk menghasilkan alat pemuas. Dengan kelancaran kegiatan dunia usaha berarti pula dibutuhkan bahan mentah yang lebih banyak.

–             Lingkungan internal : apalagi lingkungan kerja menyenangkan dan kesejahteraan serta pengembangan karyawan/pekerja diperhatikan, maka semangat kerja akan semakin tinggi. Prestasi kerja yang tinggi akan menguntungkan dunia usaha.


BAB II

BENTUK-BENTUK PERUSAHAAN

 

 

  1. 1.    Bentuk-bentuk perusahaan dari aspek yuridis
  2. Perusahaan Swasta Nasional

–          Perusahaan Perseorangan

–          Firma

–          Perseroan terbatas

  1. Perusahaan Negara

–          Perusahaan umum

–          Perseroan terbatas

–          Perusahaan daerah

–          Perusahaan jawatan

  1. Koperasi

–          Jasa

–          Produksi

–          Konsumsi

  1. Perusahaan Swasta Asing

–          Perseroan terbatas

 

  1. 2.    Bentuk perusahaan dari aspek teknis ekonmis

Bentuk-bentuk perusahaan peternakan beragam  tergantung keputusan kepemilikan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangan adalah :

  1. Tipe usaha (produksi/perdagangan)
  2. Luas operasi, volume usaha dan luas pasar yang dilayani
  3. Pengawasan manajemen
  4. Besarnya resiko pemilikan dan batas-batas tanggung jawab terhadap hutang-hutang perusahaan
  5. Jumlah modal/kapital yang diperlukan baik mula-mula atau untuk ekspansi
  6. Pembagian keuntungan diantara pemilik
  7. Lama berdirinya perusahaan (sesuai yang diizinkan)
  8. Kebebasan-kebebasan relatif terhadap peraturan pemerintah
  9. Rencana luas organisasi intern

10. Keuntungan yang diinginkan

 

  1. a.    Industri dan Perusahaan Peternakan :

Industri : kumpulan dari perusahaan-perusahaan sejenis

Perusahaan : Bagian dari industri peternakan

  1. Perusahaan Peternakan

–       Peternakan yang diselenggarakan dalam bentuk perusahaan secara komersial (UU No.6 th 1967)

–       Suatu Usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersial yang meliputi kegiatan menghasilkan ternak (bibit/potong), telur dan susu serta usaha menggemukkan suatu jenis ternak, mengumpulkan, mengedarkan/ memasarkan yaitu melebihi dari ketentuan peternakan rakyat

  1. Macam/ Jenis Peternakan

–       Peternakan unggas (petelur, pedaging, ayam bibit, peternakan unggas lain)

–       Peernakan kambing/ domba

–       Peternakan babi

–       Peternakan sapi ptong, sapi perah, kerbau dan kuda

  1. Dalam pola/ sistem agribisnis :

–       Industri hulu (industri pakan, obat, bibit, dan lain-lain)

–       Industri on farm (budidaya ternak)

–       Industri hilir (pengolahan, pemasaran, dan lain-lain)

–       Industri penunjang (perbankan, penelitian, dan lain-lain)

  1. Tipologi Usaha à ada 4 tipologi :
    1. Peternakan sebagai usaha sambilan (<30% pendapatan dari usaha ternak)
    2. Peternakan sebagai cabang usaha (30-70% sumbangan peternakan)
    3. Peternakan sebagai usaha pokok (70-100% pendapatan dari usaha ternak)
    4. Peternakan sebagai usaha industri, bentuk usaha komersial
    5. Gambaran peluang bisnis peternakan :

–       Masih rendahnya knsumsi pangan hasil ternak

–       Permintaan yang cenderung meningkat (peningkatan, pendapatan, peningkatan gizi, pertambahan jumlah penduduk)

–       Akan menggerakkan sektor hulu sampai hilir

 

  1. 3.    Penentuan Letak Perusahaan

Penentuan lokasi perlu dipikirkan dengan alasan :

Agar biaya operasional perusahaan rendah sehingga mampu bersaing (penerapan prinsip-prinsip ekonomi)

 

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan :

  1. Dekat dengan pasar
  2. Dekat dengan bahan baku
  3. Mudah penyediaan tenaga kerja
  4. Penyediaan sumberdaya air, energi
  5. Sifat-sifat khusus perusahaan
  6. Lingkungan setempat (iklim, suhu, SDA)

 

Lingkungan usaha peternakan ada 2 yaitu :

  1. Lingkungan usaha makro : meliputi faktor klimatik (curah hujan, suhu, kelembaban udara, radiasi sinar matahari, dan kecepatan angin), edatik (air, topografi tanah dan keadaan/kesuburan tanah), biotik (flora fauna), teknologi ekonomi finmansial (pasar, institusi keuangan, transportasi, komunikasi) sosial budaya dan kebijakan pemerintahan
  2. Lingkungan usaha mikro : meliputi pakan, perkawinan dan manajemen

Beberapa analisis dasar penentuan lokasi perusahaan :

Menurut wiliam M. Booth : penilaian didasarkan pada faktor-faktor yang berperanan dalam letak lokasi dan di nilai secara kuantitatif

  1. Aglomerasi adalah letak perusahaan ingin mengelompokan dalam satu daerah tertentu dengan beberapa perusahaan atau pabrik lain. Contoh LIK (lingkungan industri kecil)

Faktor-faktor penyebab :

  1. Tersedia tenaga yang cukup
  2. Saling merupakan daya tarik antara satu dengan yang lain timbulnya perusahaan lain mengolah bahan atau limbah
  3. Deglomerasi adalah adanya kecenderungan perusahaan untuk mermisahkan diri dari kelompok perusahaan, lawan dari aglomerasi

Faktor-faktor penyebab :

  1. Harga tanah di kota mahal
  2. Transportasi dan sarana jalan yang makin baik
  3. Upah buruk mahal, dsb

 

Beberapa tempat perusahaan berdasarkan jenisnya :

  1. Perusahaan agraris : bertempat sesuai dengan agroekosistem : tanah, suhu
  2. Perusahaan ekstraktif : dekat dengan bahan yang digali/diolah
  3. Perusahaan dagang : dekat dengan pusat-pusat konsumen (untuk eceran0, dekat dengan produsen (perusahaan besar)
  4. Perusahaan industri : dekat dan mudah transpot bahan atau hasil
  5. Lembaga keuangan : dekat dengan pusat kegiatan dagang/industri

 

Faktor2

%% ideal

Site A

Site B

Site C

  1. Market
25 12 18 18
  1. Raw Mat
15 12 14 13
  1. Labor
25 15 23 24
  1. dst
       

Total

100 58 81 89 *)

*) dipilih sebagai lokasi

 

 

 

 

 

  1. Menurut Jucius dan Terry : mengukur biaya dan penerimaan, sehingga bisa ditentukan net profit yang diperoleh

no

Komponen

Site A

Site B

Site C

1 Est. annual sales 300,000 280.000 250.000
2. Cost :      
 
  1. Material cost
1,95 2,05 1,80
 
  1. Labor cost
2,15 2,00 1,95
 
  1. Transport cost
1,2 1,5 1,7
 
  1. Dst
     
3 Total cost 11 15 12
4 Net Profit 6,5 *) 2,5 5,5

 

  1. Pemilihan letak perusahaan didasarkan pada penilaian secara kualitatif dan kuantitatif dari faktor-faktor yang dianggap penting
    1. Secara kualitatif
no Komponen Site A Site B Site C
1 Bahan baku BS B K
2. Tenaga kerja B B S
3. Pasar BS K B

 

  1. Secara kuantitatif
no Komponen Site A*) Site B Site C
1 Bahan baku BS=5 B=4 K=2
2. Tenaga kerja B=4 B=4 S=3
3. Pasar BS=5 K=2 B=4

 

Aglomerasi dan deglomerasio (perlu diperhatikan) :

–          Fungsi manajemen dan kegiatan yang diaksanakan tergantung besar perusahaan, macam produk yang dihasilkan, kebijakan erusahaan dll. Secara inti kegiatan dalam fungsi manajemen adalah :

  1. Penetapan tujuan : umum, khusus
  2. Pembuatan kebijakan : kebijakan, produk, pemasaran, harga, kebijakan personalia, pembelanjaan, dll
  3. Merencanakan kegiatan untuk mencapai tujuan : apa yang dijalankan, bagaimana menjalankan, siapa yang menjalankan dan berapa lama
  4. Mengorganisir fungsi perusahaan
  5. Memanfaatkan sumber-sumber ekonomi
  6. Mengawasi kegiatan

–          Fungsi operatif antara ain adalah pembeli dan produksi, pemasaran, keuangan dan pembelanjaan, administrasi, komunikasi, akuntansi, komunikasi dan hukum sehingga sangat tergantung bidang usaha dan besar kecilnya perusahan

–          Tanggung jawab manajemen :

Ada 3 tanggung jawab ;

  1. Pemilik
  2. Karyawan
  3. Masyarakat (termasuk pelanggan)

 


BAB III.

MANAJEMEN DAN FUNGSI-FUNGSI YANG DIJALANKAN PERUSAHAAN

 

 

  1. 1.    PENGERTIAN MANAJEMEN

Manajemen merupakan seni, ilmu dan profesi.

Mary Follet adalah manajemen adalah seni, karena untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan ketrampilan khusus

Luther Gulick adalah manajemen merupakan ilmu karena berusaha secara sistematik memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Edgar H. Schein adalah manajemen merupakan suatu profesi, ciri-cirinya sebagai berikut :

  1. Keputusan diambil didasarkan pada prinsip-prinsip umum manajemen, dengan adanya pendidikan dan program pelatihan tercermin adanya pronsip manajemen tertentu yang reliable (dapat dipercaya/dipertanggungjawabkan)
  2. Status profesional dicapai karena performance dan bukan karena fanatisme
  3. kegiatan seorang profesional diatur oleh suatu kode etik yang kuat guna melindungi klien.

James Stoner adalah manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian usaha/upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Manajer adalah orang yang mengelola kerjasama dalam organisasi untuk mencapai tujuan.

 

Manajer bertindak sebagai :

  1. saluran komunikasi di dalam organisasi
  2. bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawabannya (accountable)
  3. menyeimbangkan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas tujuan
  4. berpikir analitis dan konseptual

Tingkatan manajer :

  1. supervisor manager (first line manager)

adalah manajer yang mengatur individual contributor, tidak mengawasi manajer lain. Manajer tingkatan ini misalnya mandor yang mengawasi pegawai-pegawai administrasi

  1. middle manager

mempunyai rencana wewenang yang bermacam-macam, tidak seperti para supervisor. Jadi manajer menengah adalah mengawasi pelaksanaan tugas-tugas penting, sedangkan yang mempunyai tingkatan lebih tinggi membantu pembuatan rencana dan penentuan tujuan untuk departemennya sendiri atau untuk organisasi keseluruhan.

  1. top manager

bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan-tujuan yang luas dan menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam strategi dan bagian-bagian tujuan organisasi yang lebih khusus. Top manager mengatur pekerjaan middle manager. Misal direktur, presiden direktur.

 

Gambaran tingkatan manajer :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada 2 pembagian fungsi perusahaan, yaitu :

  1. Fungsi manajemen
  2. Fungsi operasi

Fungsi manajemen :

  1. Perencanaan (planning)

menentukan tujuan dan cara pencapaian tujuan tersebut pada berbagai tingkatan dalam organisasi dan untuk jangka waktu panjang maupun pendek.

Perencanaan :

  1. strategic planning

perencanaan tujuan organisasi untuk jangka panjang (long term planning)

  1. short term planning :
  • Memecah long term planning ke dalam rencana-rencana yang lebih pendek dan bagian-bagian yang lebih rinci
  • menentukan prosedur kebijakan untuk menghadapi kejadian-kejadian di waktu yang akan datang, misalnya terjadi pemogokan apa kebijakan perusahaan, menutup atau meneruskan perusahaan
  • anggaran adalah laporan formal sumberdaya keuangan yang disisihkan untuk melaksanakan kegiatan tertentu selama periode waktu yang ditetapkan. Anggaran menunjukkan pengeluaran, penerimaan yang direncanakan pada waktu yang akan datang

 

  1. Pengorganisasian (organizing)

bagian proses manajemen yang  berarti membagi pekerjaan diantara para individu dan kelompok dan kemudian mengkoordinasi aktivitas mereka. Sebuah perusahaan dikatakan terorganisasi dengan baik apabila setiap orang didalam perusahaan tersebut mengetahui jelas apa yang harus dilaksanakan dan apabila setiap bagian dalam perusahaan tersebut dapat saling menunjang dalam mencapai tujuan.

 

  1. Memimpin (leading)

manajer yang baik harus dapat memimpin bawahan agar bersedia bekerja sebaik-baiknya. Dalam fungsi memimpin terdapat kegiatan staffing,yaitu memilih orang tertentu untuk mengisi posisi tertentu dalam organisasi.

 

 

  1. Pengawasan (controlling)

memeriksa atau mengontrol apakah organisasi mengarah pada tujuan dan mengambil tindakan perbaikan jika terjadi penyimpangan dari tujuan.

Unsur-unsur dalam fungsi pengawasan :

  1. menetapkan standar prestasi yang diinginkan perusahaan
  2. mengukur prestasi yang telah dicapai dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan
  3. menentukan masalah dan mengambil tindakan perbaikan apabila kegiatan menyimpang dari standar yang telah ditetapkan

 

Robert L Katz è tiga jenis ketrampilan

  1. Human skills

merupakan ketrampilan untuk mendorong orang agar mau bekerja sebaik-baiknya dan mau bekerja sama dengan orang lain

  1. Technical skills

merupakan ketrampilan untuk mewujudkan seluruh hasil produksi atau jasa perusahaan

  1. Conceptual skills

merupakan ketrampilan untuk menghubungkan seluruh bagian tugas perusahaan menjadi suatu kesatuan. Dibutukan untuk top manager, karena mereka harus merencanakan dan mengorganisir perusahaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi 2. Fungsi Manajemen Pokok

Fungsi manajemen pokok adalah kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengawasi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan.

 

  1. 2.    FUNGSI ORGANISASI

Adalah orang-orang yang tergabung dalam suatu kelompok kerja yang mempunyai kepentingan dan tujuan bersama untuk memenuhi keinginan mereka.

 

Struktur organisasi

Susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja serta  memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas tersebut sampai batas-batas tertentu

 

Empat elemen dalam struktur organisasi :

1.   Spesialisasi aktivitas

mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut ke dalam unit kerja

2.  Standarisasi aktivitas

prosedur yang digunkaan organisasi untuk menuju kelayakdugaan aktivitas-aktivitasnya

3.   Koordinasi aktivitas

prosedur dalam memadukan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi

4.   Unit kerja

berhubungan dengan jumlah pegawai yang berada dalam suatu kelompok kerja

 

Empat strategi pokok dalam struktur organisasi :

  1. Rencana untuk mencapai sasaran atau tujuan perusahaan
  2. Teknologi yang digunakan untuk melaksanakan rencana pencapaian tujuan
  3. Orang yang bekerja seluruh tingkatan dan fungsi-fungsinya
  4. Besar seluruh organisasi

 

  1. 3.    FUNGSI PRODUKSI

Manajemen produksi adalah suatu kegiatan untuk mengatur agar dapat menambah dan menciptakan kegunaan suatu barang atau jasa. Manajemen produksi mencakup kegiatan pengambilan keputusan, baik keputusan jangka pendek maupun jangka panjang mengenai perencanaan sistem produksi dan produksi serta sistem pengawasannya.

Produksi adalah suatu kegiatan dengan menggunakan seperangkat prosedur dalam rangka menciptakan produk barang naupun jasa (termasuk bidang produksi peternakan) à sehingga perlu direncanakan kegiatan produksi ; macam produksi, cara memproduksi dan jumlah dproduksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi 3. Proses Produksi

 

Ada 2 hal pokok yang perlu diperhatikan dalam kegiatan dan manajemen produksi, yaitu :

  1. Perancangan sistem produksi
  • Rencana produk : macam/jenis, jumlah. Kualitras, serta cara/prinsip produksi yang efektif dan efisien
  • Proses dan peralatan produksi yang digunakan
  • Rencana kegiatan produksi : biaya produksi, pengawasan hasil produksi
  • Perencanaan tugas
  • Penentuan lokasi produksi : dekat bahan baku, onsumen dan sarana/prasarana lain
  • penyusunan lay out/tata letak peraatan, agar proses berjalan baik, dihindari “handling cost”, keselamatan kerja, dll

 

  1. Perancangan operasional dan sistem pengawasan produksi
  • pengawasan terhadap jadwal kerja, tenaga kerja, peralatan, persediaan bahan baku, kualitas, jumlah cara penyimpanan dan proses produksi
  • pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana prasarana produksi : alat, mesin, kandang, alat-alat produksi lain
  • pengawasan bahan baku dan hasil produksi : kualitas/mutu baik dapat diterima konsumen
  • pengawasan tenaga kerja
  • pengawasan biaya produksi : biaya langsung, tidak langsung

–          biaya langsung : biaya-biaya yang langsung dapat dikalkulasi ke dalam harga pokok dan berhubungan dengan barang yang dihasilkan

–          biaya tidak langsung : biaya produksi yang tidak langsung atau “factory overhead cost”, biaya yang tidak dapat langsung dikalkulasi ke dalam harga pokok produksi, seperti : bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, biaya-biaya produksi tidak langsung (penyusutan mesin, peralatan pabrik, asuransi, dll)

–          biaya pemasaran/penjualan : promosi, komisi penjualan, pengangkutan, telepon, sewa kantor/gedung untuk pemasaran dan lain-lain

–          biaya administrasi dan umum : gaji pimpinan, penyusutan kantor, inventaris kantor, biaya administrasi lain

Sifat produksi :

  1. produksi massa adalah produksi yang hasilnya untuk kepentingan umum
  2. produksi satuan adalah produksi yang hasilnya untuk kepentingan perorangan (berdasarkan pesanan)

 

Proses produksi :

  1. terus-menerus (continous process of production)

suatu proses produksi yang bahan baku produksinya mengalir secara berurutan melalui beberapa tahap pengerjaan sampai menjadi barang jadi

  1. berselingan (intermittent process of production)

proses produksi yang terputus-putus, proses produksi tidak dilakukan secara berurutan

 

  1. 4.    FUNGSI PEMASARAN

Tujuan pemasaran :

  1. Menemukan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia
  2. Menjual barang dan jasa yang dibutuhkan ke tempat mereka berada, pada waktu yang diinginkan dan dengna harga yang terjangkau, akan tetapi menguntungkan bagi perusahaan yang memasarkan

 

Pemasaran adalah suatu proses perpindahan barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Tiga faktor utama yang menunjang terjadinya pasar:

1.   keinginan manusia

2.   daya beli

3.   tingkah laku dalam pembelian

 

Pendekatan dalam pemasaran :

1.   Pendekatan barang

pemasaran dipelajari dengan memahami saluran distribusi dari barang atau jenis barang tertentu, selain itu juga dibahas segala persoalan yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran barang

2.   pendekatan fungsional

pemasaran dipelajari melalui fungsi atau tugas yang dilakukan oelh badan usaha sejak barang dibeli dari produsen hingga barang tersebut berada di konsumen. Fungsi tersebut misalnya : pembelian, penggudangan, pemilihan, pembungkusan, pengepakan, pengangkutan dan penjualan

3.   Pendekatan kelembagaan

pemasaran dipelajari melalui peranan masing-masing badan atau lembaga dalam usaha menyalurkan barang dari produsen ke konsumen

4.   Pendekatan teori ekonomi

pemasaran dipelajari dengan bantuan teori ekonomi.

5.   Pendekatan historis

pemasaran dipelajari dengan cara menganalisis fungsi dan lemabga pemasaran pada beberapa  waktu yang berbeda, sebagai suatu studi perbandingan

6.   Pendekatan biaya

pemasaran dipelajari dengan cara menghubungkan tindakan-tindakan yang diambil oleh manajemen pemasaran untuk mencapai sasarannya

 

Berdasarkan tujuan dan cara pemasaran, terdapat dua macam barang :

  1. barang konsumsi adalah barang yang dikonsumsi langsung oleh konsumen
  2. barang industri adalah barang yang dikonsumsi oleh industri untuk diolah menjadi produk lain.

 

Peranan seseorang dalam pembelian pasar barang konsumsi dapat dikategorikan :

  1. Initiator : seseorang yang  menyarankan membeli suatu produk
  2. Influencer : seseorang yang mempengaruhi keputusan akhir pembelian suatu produk
  3. Decider : seseorang yang memutuskan diadakannya pembelian suatu produk
  4. Purchaser : seseorang yang bertugas melakukan pembelian
  5. User : seseorang yang memakai produk yang dibeli

 

Keputusan beli pada pasar barang industri :

  1. Rutin tidaknya pembelian
  2. Mendesak tidaknya kebutuhan
  3. Besarnya dana yang diperlukan
  4. Manfaat bagi perusahaan

 

Fungsi pokok pemasaran :

  1. Pembelian (buying);

meliputi pemilihan macam barang yang harus dibeli, penetapan kualitas serta pemilihan sumber-sumber barang yang dibutuhkan

  1. Penjualan (selling);

merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup biaya hingga mendapatkan laba

v  Penjualan pribadi

v  Iklan

v  Promosi penjualan

  1. Pengangkutan (transportation);

mencakup sarana memindahkan barang fisik dari suatu tempat ke tempat lain

 

 

  1. Penyimpanan/penggudangan (storage);

suatu usaha untukk melindungi barang dari kerusakan dengan cara menyimpan pada tempat tertentu dan menunggu sampai barang tersebut dibutuhkan

  1. Pemilihan/standarisasi (grading);

pengelompokan barang berdasarkan ciri-ciri yang dianggap sama, berperan dalam penetapan harga barang.

Dua jenis standar :

a. standar kuantitas : timbangan dan ukuran

b. standar kualitas : membedakan mutu barang yang satu dengan yang lain

  1. Pembelanjaan (financing);

Kegiatan mencari/menyediakan dana serta menggunakan dana secara efektif dan efisien agar operasi perusahaan berjalan dengan baik.

  1. Pengiklanan (advertising);

Usaha memberitahukan sesuatu barang dengan maksud menarik dan menimbulkan perhatian orang terhadap barang tersebut.

  1. Pembungkusan/pengepakan (packing);

Mempunyai pengaruh kelancaran mengalirnya barang pada suatu distribusi.

  1. Risiko pemasaran

10. Informasi pemasaran;

Perusahaan harus memiliki informasi padar yang dapat digunakan sebagai bahan perimbangan dalam mengambil keputusan jika ingin mencapai sukses dalam situasi persaingan.

 

4 kebijakan pemasaran disebut dengan konsep 4P atau bauran pemasaran:

  1. Product (produk); mencakup pemilihan barang atau jasa yang ditawarkan secara tepat
  2. Price (harga); mencakup penetapan harga jual barang yang sesuai dengan kualitas barang dan dapat terjangkau konsumen
  3. Place (tempat); cara pendistribusian barang atau jasa sehingga sampai ke tangan konsumen
  4. Promotion (promosi); mencakup pemilihan kebijakan promosi yang tepat dan sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan

 

  • Produk

Ditinjau dari keberadaan barang di pasar :

  1. Barang lama : barang yang telah berada di pasar untuk waktu relatif lama dan kemungkinan besar telah dikenal oleh konsumen

2.  Barang baru :

  1. Barang atau jasa yang sama sekali baru
  2. barang yang sudah dijual/dikenal didaerah lain, tetapi baru pertama kali dipasarkan di daerah tertentu

 

Siklus kehidupan produk :

  1. tahap perkenalan (introduction)
  2. tahap pertumbuhan (growth)
  3. tahap kedewasaan (maturity)
  4. tahap kejenuhan (saturity)
  5. tahap penurunan (decline)

 

Pengemasan barang

Memperhatikan aspek-aspek ekonomis, keindahan dan praktis

 

 

 

Merk barang

Seringkali satu produsen mempunyai berbagai merk untuk barang–barang yang dihasilkannya, meskipun kadang-kadang perbedaan antara masing-masing barang sedikit sekali

 

  • Harga

Nilai tukar suatu barang atau jasa dengan satuan uang yang disepakati bersama antara penjual dan pembeli

Metode menentukan harga :

1. menetapkan harga yang relatif tinggi

2. menetapkan harga serendah mungkin

 

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan harga jual produk :

1. harga pokok barang

2. harga barang sejenis

3. daya beli masyarakat

4. jangka waktu perputaran modal

5. peraturan-peraturan

 

  • Tempat (saluran distribusi)

Saluran distribusi adalah saluran atau jalur yang dilalui dalam pemindahan penguasaan produk dari produsen sampai ke konsumen.

 

Pengusaha memilih saluran distribusi berdasarkan pertimbangan, yakni sifat :

  1. Pembeli

Bila pembeli banyak, produsen cenderung menggunakan saluran panjang dengan banyak perantara di tiap tingkat saluran

  1. Produk

Perlu pertimbangan, apakah :

  • Produk cepat rusak
  • Berat dan volume barang
  • Nilai barang ditinjau dari kebutuhan konsumen
  • Harga satuan barang
  1. Perantara

Diperhitungkan kekuatan dan kelemahan berbagai tipe penyalur dalam menjalankan berbagai kegiatan pemasaran

  1. Pesaing

Kadang menggunakan pola sama dengan pesaing

  1. Perusahaan, yang perlu dipertimbangkan adalah :
  • Ukuran perusahaan
  • Kekuatan fiannsial
  • Komposisi produk yang dihasilkan
  • Politik pemasaran

 

  • Promosi

Promosi mencakup semua kegiatan yang ditujukan untuk memperkenalkan barang, produsen dan tempat penjualannya sekaligus merangsang timbulnya keninginan untuk membeli

Motif pembelian :

  1. motif  emosional; pengaruh atau pertimbangan yang berasal dari emosi saja.
  2. motif rasional; pengaruh atau pertimbangan yang mendorong pembelian adalah masuk akal

 

Pembelian dibedakan menjadi :

  1. pembelian yang direncanakan
  2. pembelian yang tidak terencana

 

Macam-macam promosi :

  1. Memperkenalkan barang atau jasa melalui iklan pada media-media, seperti : surat kabar, majalah, radio, televisi dan bioskop
  2. Memperkenalkan barang atau jasa melalui plakat, brosur, papan reklame dan poster
  3. Memperkenalkan barang atau jasa melalui para pencari order atau tenaga penjual langsung (salesman)
  4. Memperkenalkan barang atau jasa melalui : potongan harga, penjualan kredit, pameran dagang, pemberian contoh barang, undian-undian berhadiah, sponsor kegiatan olahraga dan kesenian

 

  1. 5.    FUNGSI  PERSONALIA

Perangkat khusus dalam perusahaan yang menangani persoalan karyawan disebut bagian personalia. Dengan adanya bagian personalia, diharapkan fungsi manajemen perusahaan khususnya fungsi staffing dapat dilaksanakan baik.

Fungsi staffing :

merupakan suatu rangkaian kegiatan dari mencari, mengumpulkan, memilih, dan akhirnya menempatkan karyawan pada jabatan yang sesuai dengan kecakapan mereka

Manajemen personalia mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Mencari dan mendapatkan sumber daya manusia (personnel procurrement)

Didefinisikan sebagai tugas untuk mendapatkan sumber daya manusia guna mengisi lowongan pekerjaan yang sekarang dan yang akan datang

  1. Mengembangkan sumber daya manusia (personnel development)

Pengembangan meliputi latihan dan pendidikan.

Latihan adalah semua proses untuk menambah kemampuan dan keahlian pegawai dalam mengerjakan pekerjaan tertentu.

Pendidikan adalah kegiatan menambah pengetahuan, pemahaman atau sikap para pegawai sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan

Jenis-jenis latihan untuk pekerjaan operatif :

  1.  On the job training;

peserta latihan biasanya bekerja dan diawasi langsung oleh mandor, pelatih atau karyawan senior.

  1.  Apprenticeship training;

peserta latihan belajar pada karyawan senior dibawah pengawasan tenaga ahli

  1.  Vestibule training;

suatu latihan yang memberi kesempatan kepada peserta untuk mengikuti kursus singkat pada tempat yang terpisah dari lingkungan pekerjaan, tetapi hampir mendekati keadaan pekerjaan sesungguhnya

 

Jenis-jenis pelatihan untuk mandor dan manajer :

  1. Metode konferensi
  2. Metode pemberian kuliah
  3. Rotasi jabatan
  4. Metode kasus
  5. Proses insiden
  6. Metode simulasi
  7. Metode latihan kepekaan (sensitivity training)

 

  1. Memelihara sumber daya manusia (personnel maintenance)
  2. Menggunakan sumber daya manusia dengan sebaik mungkin (personnel utilization)

Keempat fungsi tersebut dinamakan fungsi opersional manajemen sumber daya manusia

 

  1. 6.    FUNGSI BIAYA

Dalam proses produksi dibutuhkan biaya-biaya :

  1. Bahan baku utama
  2. Membayar gaji/upah
  3. Bahan pembantu

 

Pembagian Biaya Produksi

  1. Biaya produksi langsung (prima cost) : biaya yang langsung dapat diklasifikasikan dalam harga pokok terdiri dari :
    1. Bahan baku langsung (direct material)
    2. Upah langsung (direct labour)
    3. Biaya produksi tidak langsung (factory overhead cost) : biaya yang tidak langsung dikalkulasi dalam harga pokok. Terdiri dari :
      1. Pemakaian bahan-bahan tidak langsung
      2. Upah tidak langsung (indirect labor cost)
      3. Biaya produksi tidak langsung (biaya penyusutan, dll)
      4. Biaya penjualan : biaya promosi, komisi penjualan, biaya lain-lain untuk penjualan
      5. Biaya administrasi dan umum : pimpinan dan pegawai kantor, inventaris kantor, macam-macam biaya administrasi dan umum

 

  1. 7.    FUNGSI KEUANGAN

Fungsi keuangan dalam perusahaan :

adalah fungsi yang meliputi kegiatan penggunaan, pencarian, dan pengarahan/ pengawasan agar tidak terjadi kekurangan, pemborosan dan pengangguran dana.

  1. Penggunaan dana : penggolongan dibagi 2 yaitu :
    1. Jangka pendek : untuk operasional perusahaan sehari-hari, dapat diwujudkan seperti :

1) kas untuk membayar gaji dan keperluan lain (bias tunai/cek)

2) surat-surat berharga yang dapat menghasilkan bunga

3) piutang : untuk mempertahankan pembeli yang ada dan pembeli yang baru melalui pembayaran kredit

4) persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat (persediaan barang dalam proses, setengah jadi, barang jadi, dll)

  1. Jangka panjang : untuk pengembangan investasi, seperti : tanah, bangunan, peralatan
  2. Pencarian dana :

sumber dana perusahaan ada 3 yaitu :

1) modal asing

2) modal sendiri

3) laba

 

BAB IV.

BIAYA, MACAM BIAYA DAN PENENTUAN HARGA

 

 

Biaya Dalam Perusahaan

Dalam proses produksi dibutuhkan biaya-biaya antara lain : pembelian bahan baku, membayar gaji/upah, membeli bahan pembantu, dan lain-lain

Jadi biaya adalah satuan nilai yang dikorbankan dalam suatu proses produksi untuk tercapainya suatu hasil produksi

Pembagian biaya dalam produksi :

  1. Biaya produksi langsung (prime cost) : biaya yang langsung dapat diklarifikasikan dalam harga pokok produksi terdiri dari :
    1. Biaya bahan baku langsung (direct material)
    2. Biaya upah langsung (direct labour)
    3. Biaya produksi tidak langsung (factory overhead cost) : biaya yang tidak dapat langsung dikalkulasi dalam harga pokok produk, terdiri dari :
      1. Pemakaian bahan tidak langsung : minyak, oli, dll
      2. Upah tidak langsung : gaji supervisor, gaji pegawai di pabrik
      3. Biaya produksi tidak langsung : biaya penyusutan, asuransi, dan lain-lain
      4. Biaya penjualan : biaya promosi, komisi penjualan, dan lain-lain
      5. Biaya administrasi dan umum : gaji pimpinan dan pegawai kantor, inventaris kantor, macam-macam biaya administrasi dan umum

 

Atau dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Manufacturing cost, terdiri dari :
    1. Prime cost : direct materal (DM) + direct labor (DL)
    2. Factory overhead : indirect material + indirect labor + other indirect overhead
    3. Commercial cost = terdiri dari marketing expences + administrative expenses

 

Pola biaya berdasarkan :

  1. Biaya tetap (VC) : biaya dalam batas tertentu jumlah tetap tidak tergantung volume produksi
  2. Biaya tidak tetap (FV) biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan perubahan volume produksi

Contoh :

  1. Diketahui kapasitas maksimal suatu perusahaan adalah 1,000 unit. Pada tahun 2000 perusahaan merencanakan untuk memproduksi 800 unit. Biaya variabel $1,000/unit. Biaya tetap $2,000,000

Total cost untuk 800 unit ?

Jawab : TC    = FC + VC

= 2,000,000 + (800 x 1,000)

= $ 2,800,000

  1. Apabila perusahaan memproduksi 1500 unit dibutuhkan tambahan mesin, sehingga tambahan FC menjadi sebesar $1,250,000

Berapa TC ?

Apabila perusahaan memproduksi 1700 unit, FC menjadi $3,000,000

Berapa TC ?

 

Pengendalian Persediaan Bahan Baku dalam Perusahaan

Persediaan bahan baku harus cukup, tidak berlebih dan tidak kurang.

Resiko terlalu berlebihan yaitu :

  1. Resiko rusak/ hilang
  2. Biaya pemeliharaan/pengawasan tinggi
  3. Resiko using
  4. Modal yang tertanam dipersediaan terlalu besar

 

Persediaan optimal perlu dilakukan pemesanan yang ekonomis

Pemesanan ekonomis dipengaruhi oleh :

  1. Jumlah kebutuhan bahan baku
  2. Biaya pemesanan
  3. Biaya penyimpanan
  4. Harga bahan baku

 

Jumlah pemesanan ekonomis dapat dirumuskan sebagai berikut :

 

 

Dimana :        R = jml bhn baku yg akan dibeli dlm suatu jk wkt ttt

S = biaya pemesanan

P = harga per unit bhn baku

I  = biaya penyimpanan (% dr persediaan rata-rata)

 

 

 

Dimana : C = biaya penyimpanan setiap unit bahan mentah

 

Contoh hitung berapa kali pemesanan yang ekonomis kalau kebutuhan bahan baku per tahun 1.000 unit, biaya pemesanan Rp.500 setiap pesan, harga bahan baku Rp. 40 dan biaya penyimpanan 10%.

 

Fungsi Biaya dalam Perusahaan

Dalam proses produksi dibutuhkan biaya-biaya antara lain :

  1. Bahan baku utama
  2. Membayar gaji/upah
  3. Bahan pembantu, dll

 

Pembagian Biaya Produksi

  1. Biaya produksi langsung (“prima cost”) : biaya yang langsung dapat diklasifikasikan dalam harga pokok terdiri dari :
    1. Bahan baku langsung (direct material)
    2. Upah langsung (direct labour)
  2. Biaya produksi tidak langsung (“factory overhead cost”) : biaya yang tidak langsung dikalkulasi dalam harga pokok. Terdiri dari :
    1. Pemakaian bahan-bahan tidak langsung
    2. Upah tidak langsung (indirect labor cost)
    3. Biaya produksi tidak langsung (biaya penyusutan, dll)
  3. Biaya penjualan : biaya promosi, komisi penjualan, biaya lain-lain untuk penjualan
  4. Biaya administrasi dan umum : pimpinan dan pegawai kantor, inventaris kantor, macam-macam biaya administrasi dan umum

 

Harga Pokok Produksi

Hubungan biaya, volume dan laba

Biaya total : $180. Dapatkah perusahaan menjual produk pada harga $160 dan meraih laba? Bila ada tambahan 200 unit ekstra mungkinkah dijual dengan harga tersebut?

Konsep efisiensi teknis dan ekonomis yaitu  kaitan dengan semakin banyak unit yang produksi maka biaya per unit akan semakin turun sehingga terdapat penekanan pada konsep biaya.

Berkaitan dengan penentuan biaya produksi suatu barang maka pada harga pokok produksi (HPP) harus memperhatikan :

Full costing : perhitungan biaya produksi dengan memperhitungkan biaya tetap dan variabel

Variabel costing : perhitungan biaya produksi hanya didasarkan atas biaya variabel saja.

 

Pengertian harga pokok

q  adalah jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan, langsung atau tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa

q  pengorbanan dari faktor produksi sebagai sumber daya ekonomi yang diramu untuk menciptakan barang atau jasa

 

Tujuan penghitungan harga pokok suatu produk

q  perencanaan laba dengan menggunakan budget sebagai alat untuk mengukurnya

q  pengendalian biaya melalui akuntansi pertanggungjawaban

q  pengukuran laba tahunan atau laba berkala termasuk penilaian persediaan

q  menetapkan harga jual

Sistem pembiayaan (Costing)

 

Full costing

biaya bahan baku langsung         ………………… Rp xx

biaya tenaga kerja langsung         ………………… Rp xx

biaya factory overhead tetap          ………………… Rp xx

biaya factory overhead variabel    ………………… Rp xx

———————————

biaya produksi          ………………………………… Rp xx

 

laporan laba-rugi dengan full costing, dimana produksi 10.000 unit dan terjual 8.500 unit.

Penjualan (8.500 unit @ 15.000) ………………..  Rp 127.500.000

HPP (cost of goods sold) :

persediaan awal …………………….  Rp 0

biaya variabel 10.000 x Rp 6.000 ….Rp 60.000.000

biaya tetap …………………………… Rp 40.000.000+

saldo akhir: 1.500xRp 10.000 ………Rp 15.000.000-

Rp    85.000.000

Marjin keuntungan kotor (gross margin) …..          Rp    42.500.000

Biaya administrasi dan penjualan :

– biaya penjualan variabel (8.500 x Rp 1.000) ….  Rp     8.500.000

– biaya tetap administrasi…………………………..  Rp   15.000.000

Keuntungan bersih (net income)                  Rp   19.000.000

 

Jika : produksi naik menjadi 20.000 unit, harga barang tetap Rp 15.000 dan barang yang terjual juga tetap,  biaya variabel dan biaya tetap adalah tetap  dan persediaan akhir sebesar Rp 8.000/unit

Penjualan (8.500 unit @ 15.000)                                                 Rp 127.500.000

HPP (cost of goods sold) :

persediaan awal …………………….     Rp 0

biaya variabel 20.000 x Rp 6.000  ..      Rp 120.000.000

biaya tetap     …………………………     Rp   40.000.000

saldo akhir: 11.500xRp 8.000        …..   Rp   92.000.000

Rp   68.000.000

Marjin keuntungan kotor (gross margin)   ………..                    Rp   59.500.000

Biaya administrasi dan penjualan :

– biaya penjualan variabel (8.500 x Rp 1.000) ..Rp     8.500.000

– biaya tetap administrasi      …………………….Rp   15.000.000

Keuntungan bersih (net income)                         Rp   36.000.000

Jadi dengan variable costing adanya peningkatan jumlah produksi tidak meningkatkan keuntungan. Keuntungan akan naik jika jumlah barang yang dijual bertambah.

 

Kaitan HPP dengan BEP

Suatu usaha Broiler telah berhasil mempertahankan produknya di pasaran. Dengan berjalannya waktu, maka perusahaan tersebut mengadakan evaluasi kinerja keuangan dengan menghitung harga pokok produksi (HPP). Berikut diketahui beberapa komponen biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, meliputi :

  1. biaya pakan                          : Rp 17.187.186,96
  2. biaya obat-obatan                : Rp   1.184.108,70
  3. DOC                                       : Rp      414.200,00
  4. tenaga kerja langsung        : Rp      738.260,87
  5. biaya overhead tetap           : Rp      811.340,42
  6. biaya overhead variable     : Rp      532.126,09

Diminta :

q  Hitunglah HPP bila diketahui jumlah produksi sebesar 4.309,76 kg. dengan pendekatan perhitungan full costing.

q  Dengan  menaikkan harga jual 10% dari HPP yang didapat berapa jumlah penerimaan perusahaan?

q  Jika harga jual sama dengan HPP berapa besarnya BEP unit dan BEP penjualan?

q  Apa yang bisa anda simpulkan dari nilai HPP dan BEP tersebut? jelaskan

 

Analisis Break Even Point (BEP)

q  Dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu : harga jual produk, biaya produksi dan volume penjualan.

q  Cara menghitung BEP ada 2 cara, yaitu : teknik persamaan dan pendekatan grafis.

BEP dalam rupiah penjualan dicari dengan mengalikan rumus tersebut dengan C (harga jual per-satuan produk). CX = {A : (C – B)} C = {AC : (C – B)} = {A : (1 – B/C)}

BAB V

PEMBELANJAAN PERUSAHAAN DAN

ANALISIS RASIO KEUANGAN

 

 

q  Persaingan dunia bisnis  sangat dinamis, sering terjadi perubahan arah yang sebelumnya tidak diduga sama.

q  untuk mendukung tujuan dan sasaran usaha yang  efektif dan efisien,  langkah yang diperlukan adalah melalui perencanaan bisnis.

q  Perlu dipahami bahwa perencanaan bisnis adalah suatu alat manajemen untuk mencapi tujuan yang telah ditentukan dalam berbisnis.

 

1. Pembelanjaan

Fungsi pembelanjaan :

  1. Memperoleh dana yang diperlukan dengan sesedikit mungkin pengorbanan (biaya)
  2. Menggunakan dana untuk memperoleh manfaat yang maksimal atau sebaik mungkin
  3. Menghasilkan laba

 

Pembelanjaan ada 2 :

  1. Pembelanjaan aktif yaitu penggunaan dana yang diperoleh
  2. Pembelanjaan pasif yaitu usaha mencari, memeproleh atau menarik dana ke dalam perusahaan (cara perusahaan memproleh modal yang dibutuhkan dengan syarat yang paling menguntungkan)

 

Pembelanjaan pasif :

  1. Pembelanjaan kuantitatif yaitu meliputi penentuan besarnya/kuantitas modal yang dibutuhkan atau yang akan ditarik perusahaan
  2. Pembelanjaan kualitatif yaitu meliputi masalah penentuan jenis modal yang akan ditarik (modal sendiri atau modal asing)

 

2. Modal

Struktur modal : pembelanjaan konstan yang mencerminkan perimbangan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri

Struktur finansial : mencerminkan cara aktiva perusahaan dibelanjakan, dapat terlihat pada keseluruhan pasiva dalam neraca, mencerminkan perimbangan antara keseluruhan modal asing (jangka pendek/panjang) dengan jumlah modal sendiri

Struktur kekayaan : perimbangan atau perbandingan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap

STRUKTUR KEKAYAAN

STRUKTUR FINANSIAL

1. Aktiva lancar

– kas

– piutang

– persediaan

2. Aktiva tetap

– masin-mesin

– bangunan

– tanah

  Pasiva

1. Utang jangka pendek

– utang dagang

– utang rekening koran

2. Utang jangka panjang

– utang obligasi

– utang hipotek

3. Modal sendiri

– modal saham

– laba ditahan

– cadangan

 

Struktur modal = utang jangka panjang : modal sendiri

Sumber dana :

  1. Sumber intern yaitu dana terkumpul dari hasil operasi perusahaan
  2. Sumber ekstern yaitu dana diperoleh sebagai jaminan dari pihak luar
  3. Modal sendiri yaitu  dana diperoleh sebagai tambahan investasi dari pemilik perusahaan

Sumber Intern :

Penggunaan laba untuk membelanjai kegiatan perusahaan, bisa juga menggunakan cadangan penyusutan aktiva tetap

 

Sumber Ekstern :

  1. Pinjaman jangka pendek
    1. Kredit rekening koran : kredit ini biasa diberikan biasanya diberikan bank umum kepada nasabahnya
    2. Kredit lerevansir : diberikan oleh penjual barang kepada langganan
    3. Kredit afnemer : pembeli memberikan terlebih dahulu uangnya baru kemudian menerima barang
    4. Promes : diberikan kepada penjual, menandatangani surat perjanjian
    5. Wesel : kredit yang diberikan penjual atau kreditor
    6. Belening : diberikan oleh bank atas dasar bukti hak milik barang di gudang
  2. Pinjaman jangka panjang
    1. Kredit hipotek : pemberian pinjaman dlm jumlah tertentu kepada pengambil kredit dengan jaminan barang-barang tidak bergerak
    2. Kredit obligasi : pinjaman dari suatu perusahaan/pemerintah kepada pihak luar dalam jangka panjang, dengan bunga tetap dibayar pada tanggal yang telah ditentukan
    3. Kredit modal kerja permanen : kesempatan kredit yang diberikan pemerintah melalui bank untuk modal kerja, khusus untuk para pengusaha kecil, dengan jangka waktu 5 tahun, maksimum Rp 10.000.000,-
    4. Kredit investasi kecil : pemberian kredit dari peemrintah melalui bank kepada pengusaha kecil untuk investasi, maksimum 5 tahun
    5. Leasing : persetujuan atas dasar kontrak dimana pemilik aktiva (lessor) menginginkan pihak lain (lease) untuk menggunakan jasa dari aktiva tersebut selama periode tertentu

Modal sendiri yaitu  modal yang ikut serta dalam perusahaan bukan pinjaman tetapi dapat berupa saham atau penanaman modal  dari peserta

Mempunyai kebaikan :

  1. tidak dibebani bunga
  2. meningkatkan kemampuan utk bertahan jika ada kerugian
  3. tidak perlu dipikirkan masalah pinjaman
  4. pendapatan perusahaan tdk perlu dibagikan

Sumber Modal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Beberapa Metode Analisis Dlm Perencanaan Dan Evaluasi  Bisnis

a. Rentabilitas

q  Rentabilitas (rate of return), adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan selama periode tertentu, yang ditunjukkan oleh perbandingan keuntungan dengan modal yang di pakai untuk menghasilkan keuntungan tersebut.

q  Berdasarkan macam modal yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan suatu perusahaan, terdapat dua macam rentabilitas : Rentabilitas Ekonomi dan Rentabilitas Modal Sendiri

q  Rentabilitas Ekonomis (RE), adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan kotor dari keseluruhan modal (modal pinjaman ataupun modal sendiri) yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan

                          {Keuntungan Kotor}

RE = ———————————————— x 100 %

{(Modal Sendiri) + (Modal Pinjaman)}

 

q  Rentabilitas Modal Sendiri (RMS), adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bersih dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut.

RMS = {Keuntungan Bersih} : {Modal Sendiri} x 100 %

Earning Power (EP), adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bersih dari keseluruhan modal yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut.

{Keuntungan Bersih}

EP = ———————————————- x 100 %

{(Modal Pinjaman) + (Modal Sendiri)}

 

Contoh :

Data hipotetis pada CV. EKW yang mempunyai total asset sebesar Rp 100.000.000,00 dimana sejumlah Rp 60.000.000,00 merupakan modal sendiri dan sebesar Rp 40.000.000,00 merupakan modal pinjaman (hutang).

  • § Keuntungan operasi per-tahun
  • § Bunga hutang 10 % per-tahun
  • § Keuntungan sebelum pajak
  • § Pajak pendapatan 15 %/th
  • § Keuntungan setelah bunga dan pajak

   Rp 30.000.000,00

Rp   4.000.000,00

     Rp 26.000.000,00

    Rp   3.900.000,00

Rp 22.100.000,00

Bagi suatu perusahaan pada umumnya masalah rentabilitas lebih penting dari pada masalah keuntungan semata, karena keuntungan yang besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan yang bersangkutan telah dapat bekerja dengan efisien.

 

b. Profitabilitas

q  Profitabilitas menggambarkan kemampuan usaha untuk mendapatkan keuntungan bersih  dari modal operasional yang dikeluarkan (operasional cost/biaya produksi).

 

c. Return On Investment (ROI)

q  tidak memperhatikan nilai waktu uang

q  tepat untuk menilai satu proyek/usaha, tidak untuk membandingkan beberapa proyek

q  Tujuan : hanya membandingkan antara keuntungan setelah pajak (Earning After Tax/EAT) dengan investasi yang ditanamkan, tidak memasukkan penyusutan sebagai penghasilan karena yang dituju bukan laba tunai/proceed.

Kriteria   : ROI > suku bunga kredit/deposito → diterima

ROI > ROI minimum yang ditentukan → diterima

d.  Ratio Likuiditas

Current ratio Aktiva lancar

hutang lancar

misal : 2,5 : 1 atau 250%

Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap hutang lancar Rp 1 dijamin oleh aktiva lancar Rp 2,5
Cash ratio (ratio of immediate solvency) Kas + efek

Hutang lancar

Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dan efek yang segera dapat diuangkan
Quick (acid test) ratio Aktiva lancar – hutang lancar =Jumlah aktiva Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto)
Gross profit margin Penjualan neto – harga pokok penjualan  Laba bruto per rupiah penjualan
Operating income ratio (operating profit margin) Penjualn neto – harga

Pokok penjualan –

biaya adm, penjualan,

Umum/penjualan neto

Laba operasi sebagai bunga dan pajak (net operating income) yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan
Operating ratio
 

 

Net profit margin

 

 

 

Earning power of total investment (rate of return on total assets

 

 

 

Net earning power ratio (rate of return on investment/ ROI)

 

 

Rate of return for the owners (rate of return on net worth)

Harga pokok penjualan + biaya administrasi, penjualan dan umum/ penjualan neto

Misal 89%

 

Keuntungan neto sete-

lah pajak/Penjualan

neto

 

EBIT

Jumlah aktiva    

Misal : 14%

 

 

 

 

 

Keuntungan neto setelah pajak

Jumlah aktiva

 

 

Keuntungan neto setelah pajak

Modal sendiri

Biaya operasi per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan mempunyai biaya operasi Rp 0,89

 

 

 

Keuntungan neto per rupiah penjualan

 

 

Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor. Setiap Rp 1 modal me-hasilkan keuntungan Rp 0,14 unt semua investor

 

Kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto

 

Kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan biasa

 

4. Budgeting

Proses Manajemen

 

OUTFLOWS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Keuangan :

è subyek yg menarik

è banyak berita ttg pertumbuhan; penurunan usaha; pengambilalihan perusahaan & berbagai jenis restrukturisasi perusahaan è prinsip keuangan

è tanggung jawab manajemen kas dlm perusahaan è ada

pada manajemen keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Budgeting (anggaran) :

Merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang

Empat unsur budget :

  1. Rencana : suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas (kegiatan) yang akan dilakukan di waktu yang akan datang
  2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan : mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada dalam perush
  3. Dinyatakan dalam unit moneter : rupiah
  4. Jangka waktu tertentu yang akan datang : menunjukkan bahwa budget berlakunya untuk masa yang akan datang
    1. Budget strategis : jangka panjang
    2. Budget taktis : budget periodik (1 tahun); budget  bertahap (3 bulan)

Untuk memilih jangka waktu berlakunya budget lebih tepat :

  1. Luas pasar penjualan produk yang dihasilkan
  2. Posisi perusahaan dalam persaingan
  3. Jenis produk
  4. Tersedianya data & informasi
  5. Keadaan perekonomian pada umumnya

Kegunaan budget :

  1. Pedoman kerja
  2. Alat pengkoordinasian kerja
  3. Alat pengawasan kerja

Faktor intern yang mempengaruhi budget :

  1. Penjualan tahun-tahun yang lalu
  2. Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat pembayaran barang yang dijual, pemilihan saluran distribusi
  3. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan
  4. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan
  5. Modal kerja yang dimiliki perusahaan

Faktor ekstern yang mempengaruhi budget :

  1. Keadaan persaingan
  2. Tingkat pertumbuhan penduduk
  3. Tingkat penghasilan masyarakat
  4. Tingkat pendidikan masyarakat
  5. Tingkat penyebaran penduduk
  6. Kebijaksanaan pemerintah
  7. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional

 

Proses kegiatan yang tercakup di dalam budgeting :

  1. Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untyk menyusun budget
  2. Pengolahan dan penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan taksiran-taksiran dalam rangka menyusun budget
  3. Pengkoordinasian pelaksanaan budget
  4. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja, yaitu untuk mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan budget
  5. Pengolahan dan penganalisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi dan memperoleh kesimpulan-kesimpulan dalam angka mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut (follow up) dari kesimpulan-kesimpulan tersebut

 

Isi budgeting secara komprehensif :

  1. Forecasting budget (budget taksiran)
  2. Variabel budget yaitu tingkat perubahan biaya
  3. Analisis statistika dan matematika yaitu menganalisis penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja (tepat atau perlu direvisi)
  4. Laporan budget yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget è evaluasi tentang sukses tidaknya kerja perusahaan selama jangka waktu yang bersangkutan

 

 

BAB VI

PENGEMBANGAN PERUSAHAAN

 

1. Pengembangan/Ekspansi Perusahaan

  1. Pengertian : ekspansi perusahaan adalah perusahaan yang memperbesar baik sebagian maupun seluruh kegiatan operasi secara permanen.

Contoh : 1) memperbesar pemasaran saja, 2) memperbesar produksi saja, 3) memperbesar seluruh kegiatan operasi dan 4) menambah bidang usaha Setiap ekspansi usaha à diikuti ekspansi keuangan

  1. Motif Ekspansi, ada 2 yaitu :
    1. Bersifat ekonomi/rasional, alas an :

–          dapat menekan biaya produksi, biaya penjualan, memanfaatkan manajemen agar lebih efisien à diperoleh pendapatan yang lebih besar

–          pendapatan besar : kedudukan perusahaan kuat terutama menghadapi persaingan

–          dengan ekspansi, dapat menstabilkan penjualan

  1. Bersifat psychology : pertimbangan keinginan kejiwaan untuk maju, memimpin perusahaan besar, menciptakan daya cipta, dll. Motif 1) dan 2) perlu bersama-sama dan saling menunjang

 

  1. Arah Ekspansi :

1)    Ekspansi vertical : ekspansi menghasilkan barang yang berada pada tingkat proses baik sebelum maupun sesudah dan bersifat sejalan. (produksi  mebel. Membuka took mebel, perusahaan tekstil, kegiatan pemintalan, dll)

2)    Ekspansi Horisontal : ekspansi yang mengarah menghasilkan barang-barang dalam tingkat proses produksi yang sama. Bias sejenis, pengganti, pelengkap atau berlainan

 

 

 

  1. Bentuk Ekspansi :

Berdasarkan kebutuhan modal, bentuk ekspansi ada : 1) ekspansi berangsur-angsur : yaitu ekspansi yang tidak menambah alat-alat produksi, hanya menggunakan kapasitas produksi yang ada lebih mengarah pada perubahan biaya variable. 2) ekspansi lonjakan : yaitu perusahaan menambah kapasitas produksi, sehingga perlu alat-alat/modal tahan lama/tetap, sehingga perlu tambahan modal yang dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan (yang berubah tidak hanya biaya variable tetapi juga biaya tetap)

 

2. Analisis Risiko

Analisis risiko merupakan pengambilan keputusan; ketidakpastian penggunaan modal dan pasar

RISIKO ??? merupakan bagian dari kehidupan dan akan dihadapi manusia

Menurut Hermawan Darnawi (1992),  risiko adalah :

  • Kemungkinan rugi yaitu peluang rugi digunakan utk menunjukkan keadaan yang memiliki suatu keterbukaan thd kerugian
  • Risiko adalah ketidakpastian sehingga jika ada risiko merupakan hal yang tidak pasti
  • Probabilitas suatu hasil berbeda dari hasil yg diharapkan

 

Sumber-sumber risiko :

  1. Eksternal
    1. Risiko sosial adalah  kaitan dengan masyarakat  yang melakukan tindakan yang merugikan yaitu pencurian
    2. Risiko fisik : kebakaran, cuaca, tanah longsor
    3. Risiko ekonomi : inflasi, fluktuasi lokal, ketidakpastian perusahaan
    4. Internal
      1.    Pimpinan perusahaan kemungkinan tidak memenuhi syarat teknis dan manajemen yang harus dipenuhi
      2.    Ada rencana yang kurang matang
      3.    Salah dlm penentuan bahan, peralatan & tenaga
      4. Ada perbedaan kebutuhan biaya dengan biaya yang telah dianggarkan yaitu risiko dlm penggunaan modal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keputusan merupakan suatu hal yang diambil karena ada masalah dan memerlukan solusi (manajemen)

Langkah-langkah sebagai berikut :

  • Redford, 1981 :

–          Mencari informasi;  analisis informasi;  mengukur manfaat dan pengorbanan (biaya); Membuat model keputusan dan  Menentukan alternatif

  • Eugene J. Benge, 1983 :

–        Menciptakan masalah;  mengumpulkan informasi;  memilih pemecahan masalah yang cocok dan  melaksanakan keputusan

 

 

Tahap dalam pengambilan keputusan :

  1. Menerima tantangan
  2. Mencari alternatif
  3. Penilaian alternatif
  4. Menjadi terikat dan berpegang pada keputusan

 

Tipe-tipe pengambilan keputusan :

  Keterlibatan tinggi Keterlibatan rendah
Pengambilan keputusan (mencari informasi dan mempertimbangkan alternatif keputusan) Pengambilan keputusan yang terbatas Pengambilan keputusan kompleks
Habit (sedikit atau tanpa pencarian informasi, mempertimbangkan hanya satu alternatif) Loyalitas terhadap keputusan Inertia

Sumber : Asael, 1995

 

Berkaitan dg perilaku konsumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asuransi merupakan :

  • lembaga keuangan (jasa) yang bergerak dalam bidang pertanggungan kerugian
  • mendapat pembayaran premi
  • tidak dapat ditentukan sepihak (berdasarkan persetujuan bersama antara pihak asuransi dan yang mengasuransikan)
  • polis asuransi

 

Tiga golongan dasar asuransi :

–        Manusia

–        Harta kekayaan

–        Usaha

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Bambang Riyanto, 1984. Dasar dasar Pembelanjaan Perusahaan. BPFE. Yogyakarta
  2. Madura, J. 2001. Introduction to Business. 2nd. Penerjemah S.W. R Salib. Penebit Salemba 4. Jakarta.
  3. M. Fuad, Christin H, Nurlela, Sugiarto dan Y.E.F. Paulus, 2000. Pengantar Bisnis. PT Gramedia Utama. Jakarta
  4. Mulia Nasution 1996. Pengantar Bisnis Rencana Pendirian pwerusahaan. Penerbit Djambatan. Jakarta
  5. Murti Sumarni dan J. Soeprihanto, 2000. Pengantar Bisnis (Dasar dasar Ekonomi Perusahaan) Edisi ke -5, Liberty Yogyakarta.
  6. Pandojo, H R., Irawan dan Sukanto Reksohadiprodjo. 1982. Pengantar Ekonomi Perusahaan. BPFE. Yogyakarta.
  7. Soedarsono, 1994 Pengantar Ekonomi Perusahaan. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
  8. Swasta, B dan I Sukotjo, W. 1997. Pengantar Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern. Penerbit Liberty. Yogyakarta

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: