Fisiologi Testis

5 Apr

Testis memiliki peran ganda, yaitu: sebagai glandula eksokrin dan endokrin. Sebagai glandula eksokrin, testis menghasilkan sel-sel spermatozoon, dan sebagai endokrin menghasilkan hormon testosteron. Produksi spermatozoon melalui proses yang disebut spermatogenesis. Spermatogenesis merupakan proses differensiasi spermatogonium sehingga dihasilkan sel spermatozoon. Proses ini terjadi dalam tubulus konortus seminiferus, bersifat hormonal, dan melalui beberapa tahap, yaitu : tahap prolirelatif, tahap pertumbuhan dan tahap metamorfosis. Regulasi proses spermatogenesis dilakukan oleh sistem hormon, antara lain FSH, LH, testosteron, hormon thiroid, dll.

Suatu sel spermatogonium (diploid) akan mengalami poliferasi secara mitosis sehingga dihasilkan beberapa sel spermatogonium, dan akan tumbuh menjadi sel spermatosit primer (diploid). Perkembangan lanjut spermatosit primer akan mengalami pembelahan meiosis sehingga dihasilkan spermatosit sekunder (haploid). Perkembangan lanjut spermatosit sekunder adalah terbentuknya spermatid. Selanjutnya spermatid akan mengalami metamorfosis sehingga dihasilkan spermatozoon. Spermatozoon umumnya terdapat didaerah sentral lumen tubulus kontortus seminiferus atau melekat pada sel nutritif yang dikenal sebagai sel sertoli.

Pola morfologis spermatozoon vertebrata umumnya sama, teridiri kaput, kollum, dan kauda. Masing-masing spesies memiliki ciri spesifik. Daerah kaput spermatozoon dipenuhi oleh nukleus, dan memiliki kapsula yang disebut akrosoma, dalam akrosoma terdapat enzim yang berperan dalam proses fertilisasi, pada mamalia enzim tersebut dinamakan enzim hialuronidase. Kollum merupakan bagian terpendek, pada bagian ini terdapat sentriolus proksimal, sedangkan kauda terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pars konyungtinalis, pars prinsipalis, dan pars terminalis. Mitokhondria yang berbentuk spiral dan sentriolus distral terdapat dalam pars konyungtinalis keuda spermatozoon.

Proses spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kualitas dan kuantitas pakan, hormon dan kondisi lingkungan. Spermatogenesis esensinya pembentukan sel, dengan demikian kandungan protein atau asam amino pakan meruoakan hal sangat penting. Selain itu kadungan energi pakan juga sangat mempengaruhi hasil proses tersebut. Faktor hormon memegang peranan sangat penting. Follitropin ( Follicle StimunalingHormone = FSH ) produk adenohipofisis merupakan hormon yang memiliki peran sebagai stimulasi dan pematangan dalam proses spermatogonium. Hormon testosteron juga merupakan stimulator proses spermatogenesis, selain itu juga sebagai stimulator perkembangan duktus genitalia maskulina serta glandula assesoria. Sekresi testosteron diregulasi oleh “Interstittial Cell Stimulating Hormone” (ICSH), hormon ini juga merupakan produk adenohipofisis. Kondisi lingkungan khususnya temperatur lingkungan sangat berpengaruh pada proses spermatogenesis, hal ini tampak jelas pada mammalia, testis mammalia mengalami dessensus testikulorum, sehingga bermigrasi dari dalam kavum abdominale menuju ke skrotum. Perpindahan tempat ini merupakan suatu manajemenbiologis agar testis terhindar dari pengaruh temperatur panas yang terdapat dilingkungan kavum abdominale. Apabila tetap berada dalam lingkungan  temperatur kavum abdominale, maka proses spermatogenesis tidak akan berjalan dengan baik sehingga produksi spermatozoon menjadi rendah.

Fungsi glandula assesoria maskulina adalah produksi substansi pendukung kehidupan spermatozoon dalam duktus genitalia maskulina. Seperti diketahui bahwa spermatozoon disekresikan keluar tubuh hewan dalam bentuk semen. Semen disusun oleh kompenen selluler (spermatozoon) dan komponen cair (plasma seminalis, dan pada dasarnya mengandung berbagai senyawa organik yang dibutuhkan dalam metabolisme spermatozoon. Perkembangan dan aktifitas glandula assesoria distimulasi oleh testosteron.

Daftar pustaka

Praseno, Koen., Isroli. Sudarmoyo, Bambang., 2003, Fisiologi ternak, Fakultas Peternakan Program D3 Manajemen Usaha Peternakan, Semarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: