Fungsi Nutrient Bagi Tubbuh Ternak

5 Apr

Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh.

Berbagai ntrisi yang dibutuhkan ternak antar lain: Energi, protein, mineral, kalsium, fosfor vitamin dan air.

  1. Energi

Energi di dapatkan dari pakan untuk dikonsumsi oleh ternak. Energi digunakan oleh ternak untuk melakukan gerak hidup, serat proses-proses hidup lainnya. Peranan energi umumnya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan akan energi, baik untuk kerja aktif maupun dan bergerak bebas, dapat diubah menjadi jaringan-jaringan tubuh seperti bentuk otot daging, bulu, produtifitas, dan pemeliharaan tubuh. Energi pakan digunakan untuk mempertahankan suhu badan normal agar dapat melakukan reaksi fisik dan biologis atau aktifitas, mempertahankan tubuh hangatdan menjaga tubuh kedinginan. Selain itu juga berfungsi melangsungkan pertumbuhan normal dan produksi seperti: membuat daging, lemak, telur, gerak dan lain-lain. Sumber energi untuk ternak dapat berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein.

  1. Karbohidat

Sumber energi utama bagi ternak yaitu karbohidrat yang terkandung didalam pakan.

  1. Lemak

Lemak dalam pakan digunakan sebagai sumber energi. Sifat lemak ditentukan oleh susunan asam lemaknya, asam lemak tidak hanya terdapat pada lemak, tetapi merupakan zat anatara dari metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Diantara asam-asam lemak, maka aam asetat mempunyai peranan yang paling funsional sebagai zat yang antara dari siklus dimana karbohidrat, lemak dan protein dapat diubah atau digunakan sebagai sumber energi dan pada akhirnya diubah lagi menjadi karbondioksida dan air.

  1. Protein

Protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi.

  1. Protein

Protein dalam pakan sangat penting bagi kehidupan ternak karena zat tersebut merupakan protoplasma aktif dalam sel hidup. Nilai yang terkandung dalam protein pakan secara unum merupakan zat organik yang mengandung karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen sulfur, serta fosfor. Dengan memperoleh protein dari pakan, ternak dapat memperbaiki jaringan, pertumbuhan jaringan baru, metabolisme untuk energi, meabolisme untuk zat-zat vital dalam fungsi tubuh normal, dan hormon-hormon terentu. Protein tidak bisa terlepas dari asam amino, karena asam amino diperoleh sebagai hasil akhir hidrolitik bila protein dimasak atau apabila enzim-enzim tertentu bekerja pada protein tersebut. Tinggi rendahnya protein dalam bahan baku makanan tergantung dari asam-asam amino esensial yang terkandung didalam pakan.

  1. Mineral, kalsium dan fosfor

Tubuh memerlukan mineral yang digunakan untuk membentuk tulang (kerangka), gigi, darah, jaringan tubuh, dan untuk berproduksi. Mineral juga merupakan komponen enzim yang berfungsi penting dalam proses metabolisme. Untuk pemeliharaan kesehatan tubuh dan keperluan berproduksi diperlukan mineral dalam jumlah yang sedikit. Walaupun jumlah mineral yang dibutuhkan tubuh hanya sedikit, tetapi zat ini mutlak dibutuhkan.

Unsur mineral yang dibutuhkan ternak dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. mineral makro, seperti Ca, P, Mg, K, NaCl
  2. mineral mikro, seperti Fe, Cu, Mo, Zn, Co

Mineral mikro dibutuhkan dalam jumlah yang lebih kecil daripada mineral makro. Untuk domba yang sedang tumbuh dan untuk pembaharuan sel-sel yang berlangsung terus-menerus, serta untuk keperluan berproduksi, dibutuhkan Ca, P, NaCl, Fe, K, dan I. Ternak domba yang ransumnya kurang mineral, biasanya akan sering terlihat menjilat-jilat tanah (batu merah), dinding, atau kayu.

Bahan pakan sumber mineral umumnya terdapat pada pakan berbutir dan hasil ikutannya serta hijauan. Pakan berbutir kaya akan unsur P, sedangkan hijauan kaya Ca, tetapi unsur P-nya kurang, kecuali hijauan jenis leguminosa. Tepung tulang kaya akan Ca dan P, sedangkan kapur (giling) merupakan sumber Ca yang paling bagus dan harganya pun murah.

Kekurangan kalsium dan fosfor diperoleh dari pakan akan menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi menurun, tulang mudah patah, kulit telur tipis, dan persendian membengkak.

  1. Vitamin

Vitamin merupakan zat organik dan digolongkan bukan pakan karbohidrat, protein, lemak, air ataupun mineral. Vitamin mempunyai peran penting dalam reaksi spesifik metabolisme tubuh dan proses pertumbuhan, produksi serta kehidupan normal. Vitamin yang dibutuhkan ternak biasanya tersedia cukup dalam campuran bahan pakan, bila kebutuhan vitamin tidak tercukupi akan menyebabkan penyakit defisiensi vitamin.

Secara umum, klasifikasi vitamin digolongkan menjadi dua, yakni

  1. Vitamin yang larut dalam lemak
    1. Vitamin A, berfungsi untuk pertumbuhan, penglihatan, pemeliharaan sel epitel yang meliputi: pernafasan, saluran kencing, pancernaan, kulit, reproduksi, antiinfeksi. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan pertumbuhan terhambat, nafsu makan berkurang, gangguan syaraf, mandul, penurunan produksi telur dan daya tetas rendah.
    2. Vitamin D, berfungsi untuk membantu asimilasi penggunaan mineral, kalsium dan fosfor, perkembangan tulang ternak, Vitamin D berguna dalam proses metabolisme dan mengatur keseimbangan penggunaan unsur Ca dan P di dalam tubuh. Vitamin D dalam tubuh dibentuk dengan bantuan sinar matahari karena di bawah kulit terdapat provitamin D yang apabila terkena sinar matahari akan terbentuk vitamin D. Di daerah tropis, kemungkinan domba mengalami defisiensi sangat kecil, asalkan setiap hari memperoleh sinar matahari pagi selama 1-2 jam (antara 07.00 – 09.00). kekurangan vitamin D menyebabkan pelunakan tulang, oestomalasia, kualitas telur rendah dan daya tetas telur rendah.
    3. Vitamin E, berfungsi untuk ntioksidan (pengawet), susunan jaringan nrmal, reproduksi, antiaflaktosin, antistress, serta pembentukan kekebalan. Kekurangan vitamin E menyebabkan ensefalomalasia, diatesis eksudativa, daya tetas tekur rendah dan kualitas karkas rendah.
    4. V itamin K, berfungsi untuk pembentukan protomin dan proses pembekuan darah. Kekurangan vitamin K menyebabkan darah sukar membeku, terjadinya perdarahan dan bila kronis bisa menyebabkan kematian.
  2. Vitamin yang lrut dalam air
    1. Vitamin B12, berfungsi sebagai koenzim dari bebrapa sistem enzim terutama yang berhubungan dengan asam folat. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan pertumbuhan terhambat dan daya tetas rendah.
    2. Boitin, berfungsi sebagai komponen dari beberapa sistem enzim. Kekurangan biotin menyebabkan malitis, perosis dan daya tetas rendah.
    3. Cholin, berfungsi sebagai perangsang saraf, komponen fosfolipids, dan donir metil. Kekurangan cholin menyebabkan perlemakan pada hati dan perosis.
    4. Asam folat, berfungsi untuk berhubungan dengan metabolisme vitamin B12, dan reaksi metabolisme dalam penggabungan unit karbon tunggal menjadi molekul yang lebih besar. Kekurangan asam folat menyebebkan pertumbuhan terhambat dan kyrang darah.
    5. Asam nikotinat, berfungsi sebagai unsur dari koenzim, dan pengangkut hidrogen. Kekurangan asam nikotinat menyebabkan nafsu makan berkurang, pertumbuhan bulu kasar, dan kulit bersisik.
    6. Asam patotenat, berfungsi untuk komponen dari koenzim vitamin A dan dibutuhkan untuk metabolisme energi. Kekurangan asam pantotenat menyebabkan pertumbuhan terhambat, enteritis, dan kematian embrio.
    7. Piridoksin atau vitamin B6, berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme protein dan nitrogen, berperan dalam pembentuakn sel darah merah, dan sangat penting dalam sistem endokrin. Kekurangan piridoksin menyebabkan kejang, perumbuhan terhambat, dan pertumbuhan bulu abnormal.
    8. Riboflavin atau vitamin B2, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan sebagai unsur dari beberapa sistem enzim yang penting untuk metabolisme karbihidrat dan asam amino. Kekurngan riboflavin menyebabkan pertumbuhan terhambat serta adanya perubahan dalam urat syaraf pangkal paha.
    9. Tiami  atau vitamin B1, berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme energi, merangsang nafsu makan dan pertumbuhan untuk metaolisne normal karbohidrat dan untuk membantu reproduksi. Kekurangan tiamin menyebabkan nafsu makan berkurang dan produksi telur rendah.
    10. Vitamin C atau asam askrbut, berfungsi  untuk meningkatkan daya tahan terhadap infeksi, dan mengurangi stress dilingkungan suhhu yang berubah-ubah. Ekurangan vitamin C menyebabkan mudah terserang penyakit.
    11. Air

Air merupakan salah satu unsur di dalam tubuh ternak yang sifatnya sangat vital bagi setiap sel tubuh yang hidup. Karena air berfungsi untuk mengatur temperatur tubuh, membantu proses pencernaan, mengisap zat makanan melalui dinding usus, mengangkut zat makanan ke seluruh jaringan tubuh, serta mmbuang zat racun sebagai sisa metabolisme melalui pori-pori kulit, urine, dan pernapasan.

Sumber informasi:

Murtidjo B.A. 1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius. Yogyakarta

http://dc266.4shared.com/doc/3qB89_J4/preview.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Nutrisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: