Laktosa

5 Apr

Laktosa

Laktosa (Gula susu)
Nama IUPACβ-D-galaktopiranosil-(1→4)-D-glukosa
Nama lainGula susu

4-O-β-D-galaktopiranosilD-glukosa

Sifat
Rumus molekul C12H22O11
Massa molar 342.30 g/mol
Penampilan padatan putih
Densitas 1.525 g/cm3
Titik lebur 202.8 °C[1]
Titik didih 668.9 °C[1]
Kelarutan dalam air 21.6 g/100 mL[2]
Termokimia
Entalpi
pembakaran
standar
ΔcHo298
5652 kJ/mol, 1351 kcal/mol, 16.5 kJ/g, 3.94 kcal/g
Bahaya
Indeks EU tidak tercantum
Titik nyala 357.8 °C[1]
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data diatas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

Laktosa adalah bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan. Mempunyai rumus kimia C12H22O11.

Sejarah

Laktosa ditemukan pada susu pada tahun 1619 oleh Fabriccio Bartoletti, dan diidentifikasi sebagai gula pada tahun 1780 oleh Carl Wilhelm Scheele.[3]

 

 

 

Struktur dan reaksi

Struktur molekul dari α-lactose, seperti yang digambarkan oleh Kristalografi sinar-X.

Laktosa merupakan disakarida yang berasal dari kondensasi antara galaktosa dan glukosa, yang membentuk ikatan glikosida 1→4-β. Nama sistematis laktosa adalah β-D-galaktopiranosil-(1→4)-D-glukosa.

Laktosa dihidrolisis akan membentuk glukosa dan galaktosa.[3]

Pencernaan laktosa

Mamalia yang baru dilahirkan disusui oleh induknya. Air susu ini kaya dengan laktosa. Untuk mencerna air susu digunakan enzim laktase. Enzim ini membelah molekul laktosa menjadi dua bagian: glukosa dan galaktosa, yang kemudian dapat diserap usus.

Pada kebanyakan mamalia produksi enzim pencernaan laktase ini berangsur-angsur menurun seiring dengan semakin bertambahnya umur. Ini juga terjadi pada manusia.Ketidakmampuan mencerna laktosa ini menyebabkan intoleransi laktosa. Orang yang mempunyai masalah intoleransi laktosa tidak boleh mengonsumsi produk makanan dan minuman yang mengandung laktosa.

Banyak orang yang tinggal di Eropa, Timur Tengah, India, dan sebagian Afrika Timur mempertahankan produksi laktase normal sampai masa dewasa. Di banyak daerah ini, susu dari mamalia seperti sapi, kambing, dan biri-biri digunakan sebagai sumber gizi. Karena itu di daerah-daerah tersebutlah gen untuk produksi laktase seumur hidup pertama kali berkembang. Gen toleransi laktosa telah berkembang secara terpisah di berbagai etnis.

http://id.wikipedia.org/wiki/Laktosa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: