Pentingnya Memuliakan Kitab

6 Apr

Sebagai seorang terpelajar, seharusnya bisa memuliakan buku karena itu adalah bentuk kita menghormati ilmu. Selain itu juga dianjurkan ketika mengambil buku, kita dalam keadaan suci. Seorang syaikh syamsul aimmah pernah berkata “sesungguhnya saya berhasil mendapat ilmu ini adalah dengan penghormatan, karena saya tidak pernah menyentuh kertas belajar selain dalam keadaan suci”. Adalagi seorang syaikh imam syamsul aimmmah as sarkhasi ra, pernah  sakit perut pada suatu malam dimana iapun wudlu berulang-ulang hingga 17 kali, karena dia tidak pernah belajar kecuali dalam keadaan suci. Jadi jelas sebelum kita memegang buku sebaiknya dalam keadaan suci atau bersih agar ilmu yang kita pelajari mudah dimengerti. Karena ilmu adalah cahaya, wudlu juga cahaya sehingga jika dipadukan maka dua-duanya kan semakin cemerlang jika seseorang melakukannya dalam kehiduan sehari-hari. Selain dalam keadaan suci, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan bahkan sering kita lakukan dan itu melanggar aturan dalam menghormati buku yaitu menjulurkan kaki kearah kitab atau buku. Sangat jelas sekali, seandainya muka kita dijuluri kaki teman kita, pasti kita marah kan.? Ya begitu juga dengan buku, hanya bedanya buku dengan kita yaitu buku tidak bisa berbicara, jadi kita yang harus benar-benar memperhatikan keadaan kitab atau buku. Tidak hanya itu, kita juga sebaiknya menempatkan buku dengan baik, tidak asal tempat. Dan disarankan, kitab Al-qur’an, Al-kitab dan kitab-kitab agama yang lain ditempatkan paling atas daripada buku-buku yang ada.

Seorang guru, syaikh burhanuddin ra. Menyitir hikayat dari seorang syaikh, bahwa pernah ada seorang fakih meletakkan botol tinta diatas kitab kemudian syaikh itu mengingatkan dalam bahasa persia “tidak berbuah ilmumu”. Dapat kita pelajari, padahal hanya sekedar tinta, yang mungkin kita semua tidak terlalu peduli akan apapun diatas buku ada apa saja, setelah kita tahu akan seperti ini, apakah kita tetap meletakkan sesuatu diatas buku atau kitab? Saya yakin anda dari sekarang akan berubah fikiran. Jika tidak, percuma anda membaca tulisan ini. Sebenarnya tidak hanya pena, akan tetapi semua barang yang itu selain buku. Maka dari sekarang mari kita hormati ilmu dengan menghormati buku dengan cara tidak meletakkan barang apapun diatas buku atau kitab? Are you ready???

Sahabat-sahabatku, saran lain yaitu menulis sesuatu ditulis dengan rapi dan sebagus mungkin karena itu salah satu bentuk dari menghormati ilmu dan buku. Tidak mencorat coret tulisan, kecuali dalam keadaan terpaksa, karena secara logika saja sudah bisa kita rasakan jika tulisan bagus maka kita membacanya pun lebih senang dan tidak jenuh. Berbeda dengan tulisan yang acak-acakan, mau membaca saja sudah tidak ada niat. Heee.. ya meskipun tulisan tidak bisa bagus, akan tetapi untuk merapikan tulisan pasti tiap individu bisa untuk melakukannya. Meskipun tidak bisa, kita bisa menggantinya dengan mengetik ulang dari yang kita tulis agar yang sudah kita tulis dapat dibaca dengan jelas.

Seorang imam abu hanifah ra. pernah melihat seorang penulis yang tulisannya kacau, kemudian ujar beliau “jangan bikin kacau tulisanmu, jika kau masih hidup maka akan menyesal dan jika mati akan dimaki”. Menyesal disini dapat diartikan kalau sudah tua dan rabun maka tulisan yang jelek tadi tidak dapat dibaca. Dan pada kata dimaki, jika tulisan tersebut dibaca orang lain maka orang lain pun tidak semangat untuk membacanya walau tulisan tersebut sebenarnya menarik untuk dibaca atau bahkan penting. Maka dari itu, sebaiknya tulisan yang baik itu tulisan yang bagus atau rapih, lengkap, dan komprehensif. Anjuran lain, tulisan kita dalam bentuk format empat. Maksudnya bentuknya sepeti segi empat, agar terlihat rapi seperti ukuran kertasnya letter, kuarto, folio, a4, a5, b5 dan sebagainya. Terakhir, dalam tulisan tidak ada warna tulisan yang berwarna merah. Dapat menggunakan tinta warna hitam atau biru. Karena warna merah terlihat kurang baik atau kurang sopan. Kecuali hal ini dalam keadaan terpaksa atau memang perintah dari atasan..

Cukup sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnhya saya mohon maaf. Semoga tulisan ini bermanfaat. amiinn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: