MAKALAH KWU

29 Jun

MAKALAH

KWU

 

 

 

 

 

Oleh :

 

            Galuh Estu Prihatminingsih            (23010111120012)

            Halimah Nuria Rakhim                    (23010111120022)

            Ika Dian Lestari                                (23010111120019)

            Ilmianisa Azizah                                (23010111120004)

Arif Nurrohman                               (23010111200050)

 

 

 

 

 

 

 

 

                                        

 

FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

20012

LANDS CAFE

Lans Cafe adalah sebutan untuk warung yang ia kelola. Ia membuka cafe itu mulai pukul 9 pagi sampai 7 malam. Cafe yang terletak di daerah Gaharu Utara ini memiliki area yang strategis karena berdekatan dengan sekolahan. Lans cafe memiliki banyak pengunjung, dari yang anak-anak hingga yang dewasa pun ikut “nongkrong” untuk sekedar ngobrol-ngobrol bersama. Jualan yang ia promosikan bervariasi dari minuman 500an, jus, ice cream, mie, omelette, nasi goreng, spagetti yang harganya terjangkau untuk semua kalangan.

Tante Rani sang pemilik cafe adalah seorang wirausaha terbilang masih muda. Ia bukan asli dari Semarang, melainkan dari Surabaya. Dengan bermodal nekat, ia merantau dan bekerja untuk menghidupi 3 anaknya.

Awal tahun 2007 ia merantau ke Semarang dan mulai mencari-cari pekerjaan, namun kesempatan belum ada ditangannya. Setelah beberapa bulan kemudian ia berani untuk memasarkan Brownies yang ia buat sendiri ke pasaran. Keberuntungan pun akhirnya berpihak kepada Tante Rani. Setelah sukses berjualan brownies ia mulai mengontrak rumah dari hasil kerja kerasnya selama ini. Namun, bisnis brownies pun tak berlangsung lama.

Keseriusan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam memulai berwirausaha sangat di tonjolkan dari sosok Tante muda ini. Bisnis brownies yang gagal pun tak jadi masalah baginya, Menurut Tante Rani “Segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya, mungkin belum rezeki saya bergelut dibidang kue, namun saya akan tetap berjuang meskipun harus di mulai dari awal”.

Sebelum menetap sebagai pemilik Lans Cafe, tante Rani juga pernah membuka warung kelontong yang menjual berbagai keperluan rumah tangga, dan jajanan anak-anak. Anak-anak yang mengunjungi warungnya biasanya membeli minuman seharga 500 rupiah, yang disesuaikan dengan kemampuan uang saku anak sekolah. Modal awal 150 ribu rupiah, ia mulai memfokuskan bisnisnya ke bidang makanan dan minuman yang sekarang telah menjadi Lans Cafe ini.

Tante Rani tidak pernah mempromosikan cafenya melalui brosur, maupun tekhnologi informasi, proses tersebut terjadi secara alamiah melalui “gatok tular” di antara anak sekolah. Kreativitas dan inovasi untuk mengolah menu dan cara penyajian yang menarik, membuat pelanggannya betah dan ingin kembali “jajan” di Lans Cafe.

Pendapatan bersih yang di peroleh per hari menurut pengakuannya berkisar mencapai 500 ribu – 1 juta rupiah. Hal ini memotivasi pengembangan yang mulai dirintis di tempat lain, di Karangrejo, namun sayangnya usaha pengembangan ini tidak berhasil dan akhirnya di tutup dan hanya memfokuskan di Gaharu Utara saja.

Menurut Tante Rani “Kiat untuk berwirausaha agar sukses adalah kita harus banyak bersabar dan tidak mudah putus asa”.

Akhirnya sampai sekarang Lans Cafe pun berjalan dengan sukses dan berkembang dengan baik.

 

 

LAMPIRAN (GAMBAR)

 


 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: